JAKARTA - PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membutuhkan total dana investasi USD170 juta hingga 2011 untuk membuat pabrik baru, yaitu pabrik ban radial sebesar USD100 juta dan pabrik ban sepeda motor sebesar USD70 juta.
"Dengan pabrik baru tersebut, kami mengharapkan kenaikan kapasitas signifikan," ujar Direktur Keuangan GJTL Kisyuwono, melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat (22/8/2008).
Adapun untuk pabrik ban radial, perseroan berharap bisa meningkatkan kapasitas dari 30 ribu ban per hari menjadi 45 ribu ban per hari pada 2010. Sedangkan untuk ban sepeda motor, perseroan akan menaikkan kapasitas produksi ban luar dari 37 ribu ban per hari menjadi 105 ribu ban pada akhir 2010, dan meningkatkan kapasitas ban dalam dari 74.500 ban per hari menjadi 162 ribu ban per hari pada 2011.
Menurut Corporate Secretary GJTL, Catharina Wijaya, dana investasi tersebut sepenuhnya dipergunakan dari hasil obligasi di tahun 2005. Pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap, dan telah dimulai pada 2005, dan telah dipergunakan sebesar USD95 juta. "Tahun ini, perseroan akan menggunakan sebesar USD55 juta, sisanya akan digunakan pada 2009 dan 2010," ujarnya.
Peningkatan kapasitas produksi itu terkait dengan permintaan ekspor di wilayah Eropa yang terus meningkat. GJTL berniat meningkatkan penjualan ban radial ke pasar Eropa hingga 74,7 persen di tahun 2010. Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan untuk pasar Eropa mencapai 30-35 persen. Sedangkan tahun lalu, penjualan untuk pasar Eropa hanya 26 persen.
Sedangkan untuk total penjualan ban di Eropa di 2007, mencapai 176 juta unit. Sementara pertumbuhan penjualan ban di Eropa berkisar antara 1-2 persen tiap tahunnya. Diperkirakan pada 2010 penjualan ban di seluruh Eropa akan mencapai sekitar 183 juta unit.
Di samping itu, GJTL menargetkan pangsa pasar Eropa sebesar 2,1 persen di 2010, maka jumlah ekspor perseroan akan mencapai 3,84 juta unit di 2010.
Saat ini, pangsa pasar ban sepeda motor GJTL sebesar 61 persen dan ban radial sebesar 22 persen. Perseroan menargetkan pertumbuhan revenue hingga akhir tahun mencapai 20 persen dari tahun lalu. Sedangkan gross marjin diperkirakan meningkat 15-16 persen sampai akhir tahun.
Untuk pertumbuhan laba bersih sendiri, perseroan tidak bisa memeperkirakan. Sebab pertumbuhan laba bersih sangat tergantung fluktuasi kurs mata uang. (Juni Triyanto /Sindo/ade)