Getting time...

GJTL Akan Lepas Polychem

Selasa, 26 Agustus 2008 17:58 wib
JAKARTA - PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) akan melepas kepemilikan saham sebesar 28,9 persen di anak perusahaan PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG).

Pelepasan tersebut akan memberi fokus lebih perseroan terhadap bisnis inti (core business) di industri ban, sekaligus menambah ekuitas mereka. "Kami memang akan melepas saham disini (Polychem) karena ini adalah noncore. Namun, kami masih mencari waktu yang baik untuk pelepasan ini," ujar Presiden Direktur GJTL Christopher Chan Siew Choong, di Jakarta, Selasa (26/8/2008).

Dengan melepas Polychem, beban perseroan juga akan berkurang, sebab rasio utang dari obligasi dolar atau global bond sangat besar.

Bila GJTL akhirnya melepas 28,9 persen atau 1,124 miliar saham di Polychem, maka kemungkinan dana yang diperoleh adalah sekira Rp247 miliar. Harga saham Polychem sendiri saat ini berada di kisaran Rp220.

Seperti diketahui, GJTL mengeluarkan global bond sebesar USD420 juta pada 2005. Dana tersebut dipergunakan untuk refinancing sebesar USD200 juta, sementara sisanya untuk investasi berupa pembuatan pabrik baru hingga 2010 dan working capital. "Utang tersebut memang cukup membebani, tapi kami membutuhkan itu untuk pembuatan pabrik, yang akan selesai dalam dua tahun lagi," terang Chan.

Adapun untuk pabrik baru yang sedianya rampung pada 2010 dan 2011, GJTL membutuhkan total dana investasi sebesar USD170 juta.

Pabrik tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan. Perseroan akan meningkatkan produksi pabrik ban radial, Hingga 45 ribu ban perhari dari sebelumnya, 30 ribu ban per hari.

Sedangkan untuk ban sepeda motor, perseroan akan menaikan kapasitas produksi ban luar dari 37 ribu ban per hari menjadi 105 ribu ban pada akhir 2010, dan meningkatkan kapasitas ban dalam dari 74.500 ban per hari menjadi 162 ribu ban per hari pada 2011.

Adanya pabrik baru tersebut akan membuat pendapatan perseroan mencapai USD1 miliar pada 2010. Pendapatan tahun 2007 sendiri adalah USD6,6 juta, sementara akhir tahun 2008 ini, perseroan menargetkan pertumbuhan mencapai 20-22 persen dari USD6,6 juta, atau sekira USD8 juta. (Juni Triyanto /Sindo/ade)
TWITTER »
twit