Getting time...

Aperlindo Keluhkan Lampu China

Selasa, 16 September 2008 19:12 wib
foto: ist
foto: ist
JAKARTA - Maraknya lampu hemat energi (LHE) dari China membuat industri lampu dalam negeri terpuruk.

Ketua Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo menyatakan, iklim usaha menjadi suram akibat peredaran LHE asal China. "Kami  mengusulkan kepada Departemen Perdagangan (Depdag) untuk menyelidiki adanya dugaan dumping yang dilakukan oleh China karena mengancam industri dalam negeri," ujarnya, di Jakarta, Selasa (16/9/2008).

Menurut John, akibat banyaknya lampu dari China menyebabkan beberapa pabrik dalam negeri tidak dapat berproduksi secara maksimal. Selain itu, katanya, produk lampu impor itu mengkhawatirkan kalangan produsen LHE yang sudah menanamkan investasi di Indonesia.

"Tiga pabrik yang tidak berproduksi secara normal antara lain PT Nikkatsu Electric Works, PT Sinko Prima Alloy, PT Wika dan saat ini mereka terancam bangkrut," ungkapnya.

Dia mengatakan, diperlukan kenaikan bea masuk (BM) impor sebagai langkah antisipasi maraknya lampu asal China. Selain itu, John menyatakan, tahun 2006 terjadi penurunan impor karena pemerintah menaikkan BM impor LHE dari lima menjadi 15 persen, sehingga mendorong tumbuhnya investasi perakitan LHE di Indonesia.

"Market share antara lokal dan impor adalah 30 persen berbanding 70 persen. Sedangkan impor hampir 95 persen dari China," katanya.
(Eko Budiono /Sindo/ade)
TWITTER »
twit