Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Depkeu: Semester I-2008 Rekening Liar Rp446,7 M & USD9,17 Jt

Mochammad Wahyudi , Jurnalis-Rabu, 17 September 2008 |17:05 WIB
Depkeu: Semester I-2008 Rekening Liar Rp446,7 M & USD9,17 Jt
A
A
A

JAKARTA - Departemen Keuangan kembali menemukan rekening liar. Ini berarti menambah jumlah rekening liar yang sampai dengan semester I-2008 mencapai 1.120 rekening dengan nilai Rp446,7 milIar dan USD9,17 juta.

Jumlah itu belum termasuk jumlah rekening liar yang ditertibkan tahun lalu yang sebanyak 2.806 rekening dengan nilai Rp7,28 triliun dan USD5,85 juta.

"Agustus sampai Desember saya baru saja menutup rekening liar di BP Migas yang sebetulnya juga uang negara sebesar USD7,4 juta," ucap Inspektur Jenderal Departemen Keuangan Hekinus Manao, saat ditemui di DPR, Jakarta, Rabu (17/9/2008).

Menurutnya, uang sebesar USD7,4 juta itu adalah cicilan pembayaran Pupuk Iskandar Muda (PIM) atas pembelian LNG pada pada 2001 yang secara keseluruhan berjumlah USD29 juta.

Sebenarnya, awal mulanya LNG tersebut akan diekspor pemerintah ke Korea Selatan. Namun, karena saat itu, PIM sangat membutuhkan pasokan LNG guna menunjang produksinya, akhirnya pemerintah mengalihkan prioritasnya.

"Sehingga, akhirnya kapal itu dibelokkan ke PIM. Namun, akibatnya pemerintah harus bayar ganti rugi ke korsel itu sekitar 2001 atau 2002," ucap Hekinus.

Untuk menutup kerugian pemerintah, akhirnya PIM diminta untuk mencicil. Namun, saat itu kesepakatannya, cicilan pembayaran dilakukan melalu BP Migas. "Tetapi mungkin karena pergantian pemerintah atau apa uangnya nongkrong lama di sana sampai akhirnya ketemu," ucap Hekinus.

Menurutnya, rekening liar tersebut tidak akan ditutup, namun hanya dipindahkan ke rekening pemerintah yang ada di Bank Indonesia. Karena, dia menilai masih akan ada sisa tagihan yang harus dibayarkan PIM.

"Jadi kami enggak menutup karena nanti PIM itu masih harus membayar yang tersisa dan disetor kesana (rekening pemerintah di BI)," pungkas Hekinus.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement