Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Unggul Indah Dapat Pinjaman Sindikasi USD55 juta

Juni Triyanto , Jurnalis-Kamis, 18 September 2008 |14:53 WIB
Unggul Indah Dapat Pinjaman Sindikasi USD55 juta
A
A
A

JAKARTA - PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) mendapat pinjaman USD55 juta atau sebesar Rp518,375 miliar (Rp9.425 per USD) dari sindikasi empat bank.

Keempat bank itu adalah, Rabo Bank, Bank Central Asia, Bank Ekonomi Raharja, dan Standard Chartered Bank. Pinjaman tersebut sedianya akan digunakan perseroan untuk membayar utang Obligasi Unggul Indah Cahaya I, yang jatuh tempo pada Oktober 2008.

"Kami telah menandatangani Club Deal Facility agreement, dengan Rabo Bank, Bank Central Asia, Bank Ekonomi Raharja dan Standard Chartered Bank pada 18 September 2008," ujar Presiden Direktur UNIC Yani Alifen, melalui keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (18/9/2008).

Pinjaman tersebut, memiliki jangka waktu lima tahun. Untuk pelunasannya, perseroan akan melakukan cicilan pinjaman dalam 20 kali yang dibayarkan setiap
tiga bulan. Atas kesiapan perseroan untuk melunasi obligasi tersebut, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat Single A- stable outlook kepada UNIC.

Total ekuitas pada 30 Juni 2008 adalah sebesar USD146 juta dengan saldo
laba ditahan sebesar USD67,6 juta. Pada semester I/2008, perseroan mengalami peningkatan penjualan hingga 24 persen, menjadi USD200,4 juta dari USD161,2 juta, pada periode sama tahun lalu.

Laba kotor konsolidasi per 30 Juni 2008 mengalami peningkatan sebesar 167 persen, menjadi USD 41,4 juta dari USD15,5 juta pada periode sama 2007. Peningkatan laba kotor tersebut disebabkan adanya peningkatan nilai penjualan serta masih banyaknya stock lama yang tersedia.

"Pada awal 2008, kami masih memiliki cukup banyak persediaan barang jadi yang harga perolehannya masih lebih rendah, sehingga saat terjadi kenaikan harga jual, marginnya cukup besar," terang Yani.

Selain itu peningkatan ini disebabkan juga karena adanya peningkatan produksi semester I- 2008 yang mencapai 11 persen, menjadi 59.982 MT (Metrik Ton) dari sebelumnya 53.839 MT. Perseroan juga mengalami peningkatan CCS (Cross Currency Swap) sebesar USD0,5 juta, akibat penguatan mata uang Rupiah terhadap mata uang USD selama semester I-2008. Pada periode sama tahun lalu, perseroan mengalami penurunan CCS sebesar USD0,3 juta, akibat pelemahan rupiah.

Sementara laba bersih semester I-2008 mengalami lonjakan 18 kali lipat, atau 17.817 persen. dari USD0,1 juta pada semester I-2007 menjadi USD18,1 juta periode sama tahun ini.

Tingginya harga crude oil pada semester pertama tahun 2008, berimbas pada
Peningkatan harga jual. Naiknya harga jual membuat penjualan perseroan ikut melonjak. Namun selain harga jual melonjak, kenaikan komoditas juga menaikan harga bahan baku.

Sebagai langkah efisiensi, sejak Agustus 2007, perseroan telah mulai menjajaki penggunakan bahan bakar gas alam yang lebih murah dari bahan bakar minyak. Sejak awal 2008, perseroan telah secara penuh menggunakan bahan bakar gas alam.

UNIC merupakan perusahaan yang memproduksi Alkylbenzene (AB), yang merupakan salah satu bahan aktif dalam pembuatan deterjen. UNIC merupakan produsen tunggal AB di kawasan Asia Tenggara dan Perusahaan dengan kapasitas produksi terpasang terbesar dalam satu lokasi di kawasan Asia Pasifik> Kapasitas produksi perseroan mencapai 270.000 MT.

Selain bergerak di industri kimia, UNIC melalui anak perusahaannya PT Wiranusa Grahatama, mengembangkan sebuah komplek gedung apartemen di kawasan pusat bisnis Jakarta.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement