>

Eksportir Rambut Antisipasi Ekonomi AS

Selasa, 7 Oktober 2008 - 13:54 wib | Ridwan Anshori - Sindo

Manekin (foto: corbis)

Eksportir Rambut Antisipasi Ekonomi AS
PURBALINGGA - Krisis keuangan di Amerika Serikat (AS) belum mempengaruhi eksportir rambut palsu (wig), bulu mata, manekin di beberapa perusahaan Purbalingga. Kegiatan ekspor dari sentra industri rambut terbesar kedua di dunia setelah China itu masih berlangsung.

Ketua Apindo Purbalingga Saryono mengatakan, dari 16 perusahaan pengekspor ke Amerika hingga saat ini masih belum terpengaruh secara signifikan. "Dari importir di Amerika belum memberikan kabar untuk menghentikan ekspor produk dari Purbalingga," katanya, di Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (7/10/2008).

Menurut Saryono, belum terpengaruhnya krisis di AS terhadap karena produk dari Purbalingga bukan komoditas utama di negara itu. Selain itu, total ekspor produk dari Purbalingga untuk AS tidak lebih dari 10 persen dari kebutuhan di AS.

Namun dia mengakui, jika krisis di AS berlangsung hingga tiga bulan ke depan, kemungkinan besar kegiatan ekspor Purbalingga akan berpengaruh. Untuk itu, kata dia, perusahaan yang tergabung dalam Apindo sudah melakukan antisipasi jika krisis terus berlanjut.

"Antisipasinya antara lain melakukan kompetisi harga atau menurunkan harga produk. Jika belum berhasil, pihaknya akan melakukan ekspor ke negara lain. Namun, antisipasi yang kedua tersebut butuh waktu lama karena butuh survei dan lainnya. Kita berharap, krisis di AS segera berakhir sehingga tidak berpengaruh terhadap perusahaan di Purbalingga," jelasnya.

Sementara Kasie Informasi dan Pengembangan Ekspor pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Purbalingga Martha Dwi Hudiati mengatakan, total nilai ekspor dari Purbalingga ke AS sekitar Rp3,841 miliar per bulan. Angka itu, berasal dari total produksi untuk rambut palsu, bulu mata, manekin sebesar 919.404 pts.

"Angka itu hanya berasal dari tujuh eksportir Purbalingga ke AS setiap bulan. Padahal, jumlah eksportir Purbalingga ke AS sekitar belasan perusahaan, sehingga nilai dan kapasitas produksi dipastikan lebih besar lagi," jelasnya. (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Akhir Tahun, IHSG Diperkirakan ke Level 5.300