foto: ist
JAKARTA - Krisis global yang terjadi imbasnya berpengaruh pada semua sektor, termasuk yang dialami proyek pembangunan infrastruktur pembangkit listrik yang dananya sedikit terhambat.
Hal tersebut diungkapkan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro saat jumpa pers usai halal bihalal di kantornya, di Gedung ESDM, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (8/10/2008).
Untuk itu, dana proyek pembangunan pembangkit listrik 10 ribu megawatt (MW) akan bersumber dari China. Adapun China akan membiayai untuk pembangkit listrik sebesar 7.000 MW.
"Karena China devisanya besar. Selain China salah satu sumber pendanaan juga berasal dari Timur Tengah karena profit minyaknya," jelasnya.
Sementara sisa dana untuk pembangkit listrik 3.000 MW akan diusahakan berasal dari modal dalam negeri. Untuk itu, Purnomo mengaku telah memberikan imbauan kepada Bank Indonesia untuk tetap mempertahankan interest rate agar tetap kecil sehingga dapat mendukung laju modal dalam negeri tersebut.
"Yang berada di luar Jawa, kecil-kecil hanya 10 MW atau 15 MW kita gunakan modal domestik," imbuhnya. (ade)