Getting time...

Paskah: RI Butuh Standby Loan USD5 Miliar

Mochammad Wahyudi - Okezone
Kamis, 16 Oktober 2008 13:16 wib
Kepala Bappenas Paskah Suzetta. Foto: Ist
Kepala Bappenas Paskah Suzetta. Foto: Ist
JAKARTA - Indonesia membutuhkan pinjaman siaga (standby loan) sebesar USD5 miliar. Namun, Bank Dunia hanya bisa mengindikasikan kesediaannya untuk memberi pinjaman sebesar USD2 miliar saja.

"Kendati demikian, kita pun tetap aktif melobi lembaga-lembaga pembiayaan untuk bisa memberikan standby loan, salah satunya Bank Pembangunan Islam (IDB)," ucap Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, saat jumpa pers, di Jakarta, Kamis (16/9/2008).

Paskah menambahkan, untuk sisa pinjaman, Bank Dunia akan mengusahakannya melalui kordinasi dengan lembaga-lembaga pembiayaan lainnya, baik multilateral maupun bilateral.

Menurutnya, ternyata tidak hanya Indonesia saja yang mengajukan pinjaman siaga kepada Bank Dunia, sejumlah negara Amerika Latin dan Asia, seperti Brazil, Kolombia dan China juga mengajukan permohonan yang sama. "Bahkan ada yang mengajukan hingga USD10 miliar," ungkapnya.

Terlepas dari itu, lanjut Paskah, Bank Dunia juga memperlihatkan sinyalemen akan meningkatkan pinjaman program dan refinancing yang sedang berjalan. Dari yang sebelumnya diperkirakan senilai USD1,4 miliar menjadi USD1,9 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Dunia mengindikasikan akan memberikan pinjaman siaga sebesar USD2 miliar untuk tahun 2009 kepada Indonesia dalam waktu dekat.

Pemberian tersebut akan dilakukan setelah Bank Dunia mendapat kepastian terkait jumlah pinjaman siaga yang dibutuhkan sejumlah negara. (ade)
TWITTER »
twit