AMSTERDAM - Pemerintah Belanda mengumumkan segera memberikan dana senilai 10 miliar euro (USD13,4 miliar) ke salah satu dari 20 bank terbesar di dunia, ING.
Kucuran dana ini dilakukan untuk menyelamatkan kondisi bank itu dari krisis finansial global. "Ini merupakan jumlah besar yang kami berikan untuk menyehatkan bisnis,karena itulah kita bisa meraih masa depan dengan percaya diri," ujar Menteri Keuangan Belanda Wouter Bos saat konferensi pers kemarin waktu setempat.
Langkah ini diambil dua pekan setelah pemerintah memberikan 16,8 miliar euro untuk penyelamatan bank Dutch-Belgian, yakni Fortis. Bos mengatakan, Pemerintah Belanda menyadari hal itu merupakan intervensi yang tidak lumrah pada sistem perbankan di negaranya. Meski demikian, pemerintah menyatakan intervensi itu tidak berarti meniadakan perlindungan terhadap para penabung.
Persetujuan pemberian dana ke ING ini dilakukan seusai pertemuan Menteri Keuangan Belanda dengan Bank Sentral Belanda yang membahas penyelamatan 630 miliar euro milik ING. Sebab, sebelumnya, ING menyatakan telah kehilangan sekitar 500 juta euro pada kuartal III lantaran adanya kekacauan dan penurunan aset. Akibatnya, saham ING diperdagangan saham saat itu jatuh 27,5 persen.
Dalam persetujuan itu, selama masih dalam proses penyelamatan yang dilakukan pemerintah, ING harus dapat membayar 150 persen dari jumlah yang diberikan ke perusahaan itu. Jika tidak, setelah tiga tahun mereka harus membayar sesuai pergerakan saham. Bos menambahkan, seluruh pimpinan tertinggi di bank itu harus memberikan bonus tahunan mereka. Lalu, jika ada seseorang yang mengundurkan diri dari jabatan tersebut, tidak ada seorang pun yang akan menerima gaji selama satu tahun.
Sebelumnya, pada 9 Oktober lalu,pemerintah telah memberikan dana sekitar 20 miliar euro untuk kampanye melawan krisis finansial. Hal ini sudah termasuk jaminan pinjaman antarbank sebesar 200 miliar euro. Dia mengindikasikan akan lebih banyak uang yang tersedia jika memang dibutuhkan."Kami tidak pernah mengatakan jika jumlah uang ini terbatas," ujarnya.
Nantinya, pemerintah akan memperoleh minimal 8,5 persen dari dividen yang diberikan bank. Namun, jumlah itu tidak bisa lebih besar dari 25 persen. Sementara itu, Chief Executive Officer ING, Michel Tilmant, menyatakan kucuran dana akan menguatkan keuangan ING sehingga kondisi pasar akan berubah."Sebelumnya pasar mengalami perubahan yang tidak kondusif dan kami telah menerima konsekuensi itu.Kami sangat senang dengan pernyataan bantuan dari pemerintah itu," tutur Tilmant.
ING memiliki 85 miliar konsumen dan 130 ribu staf di seluruh dunia.Hal inilah yang membuat ING menjadi pelopor dalam sistem bank langsung, yakni dengan menggunakan telepon dan internet untuk mengendalikan rekening bank. (sindo//rhs)