>

Keluarga Jiaravanon Restrukturisasi Charoen & Bisi

|

Juni Triyanto - Sindo

foto: corbis.com

Keluarga Jiaravanon Restrukturisasi Charoen & Bisi
JAKARTA - Pengendali saham seluruh grup Charoen, keluarga Jiaravanon melakukan restrukturisasi portolio, tehadap anak-anak usaha mereka, termasuk di antaranya PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) dan PT BISI International Tbk (BISI).

Restrukturisasi itu dengan melakukan transaksi penjualan saham CPIN, di pasar tutup sendiri (crossing) senilai Rp690,774 miliar. Transaksi dilakukan oleh PT Cipta Pertiwi, dengan melepas seluruh saham CPIN yang dimilikinya, kepada PT Central Agromina.

"Kami telah membeli sebanyak 1.817.827.082 saham, atau 55,34 persen saham CPIN dengan harga Rp380 per saham," ujar Direktur PT Central Agromina, Josef Muliawan Kangdra, di Jakarta, baru-baru ini.

Dengan begitu, Central Agromina mengambil seluruh kepemilikan saham Cipta Pertiwi, dengan total transaksi Rp690,774 miliar. Harga transaksi yang dilakukan sebesar Rp380 per saham, 40 persen lebih rendah dibanding harga penutupan CPIN saat transaksi, yaitu Rp640 per saham. Adapun tujuan transaksi tersebut untuk kepentingan investasi.

Lebih lanjut, menurut Josef, transaksi ini tidak mengakibatkan perubahan pengendali perusahaan terbuka. Sebab, pemegang saham pengendali CPIN tetap keluarga Jiaravanon.

Seperti diketahui, PT Cipta Pertiwi merupakan anak usaha dari PT Central Pertiwi. Di mana Central Pertiwi memiliki 115.599 saham atau sebesar 99 persen saham yang dimiliki Cipta Pertiwi. Sementara saham pengendali Central Pertiwi adalah keluarga Jiaravanon, dengan kepemilikan sebesar 220 juta saham, atau 100 persen.

Keluarga Jiaravanon juga memegang kepemilikan penuh terhadap Central Agromina. Dengan begitu, transaksi yang terjadi, hanyalah pengalihan saham dari Central Pertiwi ke Central Agromina.

Selain pengalihan saham CPIN, pada 15 September 2008, Cipta Pertiwi juga telah melepas seluruh portofolionya di BISI kepada PT Agrindo Pratama. Cipta Pertiwi menjual 1.020.000.000 (34 persen) saham BISI di harga Rp1.000 per saham, 60 persen lebih rendah dari harga penutupan BISI pada 15 September di level Rp2.500 per saham.

Cipta Pertiwi pun memperoleh dana segar sebesar Rp1,02 triliun dari pelepasan seluruh saham BISI. Jika ditambah dengan penjualan seluruh saham CPIN dua hari yang lalu, Cipta Pertiwi memperoleh dana sebesar Rp1,71 triliun.

Sama halnya dengan Central Agromina, Agrindo Pratama juga berada di bawah keluarga Jiaravanon, yang juga memiliki kepemilikan penuh. Sementara Wakil Presiden Direktur CPIN, sekaligus Wakil Presiden Direktur BISI, Thomas Effendy menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari strategi bisnis keluarga Jiaravanon selaku pengendali utama grup Charoen.

"Tujuan restrukturisasi portofolio dan susunan anak-anak usaha tersebut, merupakan bagian dari strategi pengendali utama untuk menciptakan struktur bisnis yang tidak bertingkat-tingkat," ujarnya.

Menurut Thomas, struktur sebelumnya bertingkat-tingkat dan saling campur aduk antara bisnis yang satu dengan yang lainnya. Sehingga keluarga Jiaravanon perlu melakukan pembenahan. Seperti: BISI dan CPIN berada di bawah Cipta Pertiwi. Padahal Cipta Pertiwi adalah anak usaha Central Pertiwi yang juga anak usaha pengendali. "Strukturnya njelimet, sehingga perlu ada perombakan," ujar Thomas.

Dengan adanya transaksi tersebut, keluarga Jiaravanon selaku pengendali menempatkan susunan BISI dan CPIN langsung dua tingkat di bawah pengendali. "Sehingga masing-masing lini usaha langsung di bawah satu holding. Jadi BISI langsung ditangani oleh Agrindo Pratama. CPIN langsung ditangani oleh Central Agromina, sedangkan Central Pertiwi hanya menangani Cipta Pertiwi, tidak lagi ikut mengurus BISI dan CPIN," papar Thomas. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Repot Kalau Dirut Pertamina Tak Mengerti Minyak