foto: ist
JAKARTA - Kecukupan stok bahan bakar bagi pembangkit listrik tidak merata. Kendati sudah ada yang dinyatakan aman hingga 30 hari ke depan, namun masih ada pembangkit yang kekurangan.
"Salah satunya adalah pembangkit di Cilacap yang membutuhkan 250 ribu ton batu bara, karena pembangkit Cilacap mempunyai masalah dengan Indonesia Crude Price (ICP)," ujar Direktur Jawa, Madura, Bali PLN Murtaqi Syamsuddin, usai acara kopi pagi membahas isu BBN, di Kantor ESDM, Jalan MH Thamrin, di Jakarta, Rabu (29/10/2008).
Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi mengapa kebutuhan tersebut belum terpenuhi, antara lain adanya banjir yang menyebabkan distribusi terhambat.
"Jika banjir terjadi satu minggu, maka dampaknya akan berpengaruh dalam jangka panjang untuk distribusinya," jelasnya.
Di samping itu, dia pun menyebutkan, pembangkit yang pasokannya cukup adalah pembangkit di Suralaya, Tanjung Jati, Paiton. (css) (ade)