JAKARTA - Saham PT Bank Lippo Tbk (LPBN) mulai Senin (3/11/2008) ini tidak lagi tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hal tersebut dilakukan setelah PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Bank Lippo Tbk (LPBN) resmi merger secara hukum.
Selain itu, pemegang saham Bank CIMB Niaga dan Bank Lippo yang menyatakan kehendaknya untuk menjual sahamnya kepada CIMB Group (cash option), akan menerima pembayaran tunai pada tanggal 7 November 2008 mendatang.
Dengan demikian, CIMB Group mempunyai saham dominan di bank CIMB Niaga yakni 77,75 persen.
"Dengan ini kami umumkan bahwa merger bank CIMB Niaga ini adalah merger pertama yang dijalankan setelah kebijakan single presence policy (SPP) dikeluarkan bank Indonesia," ujar Presdir Bank CIMB Niaga Arwin Rasyid, dalam peresmian logo baru Bank CIMB Niaga, di Gedung Graha Niaga, Sudirman, Jakarta, Senin (3/11/2008).
Arwin menyatakan, dengan penggabungan ini, Bank CIMB Niaga mempunyai aset mendekati Rp100 triliun serta didukung oleh hampir 11 ribu karyawan, dengan 650 kantor cabang dan 1.450 jaringan ATM dan sales service terminal (SST) yang ada di 120 kota di seluruh Indonesia.
"Nasabah juga bisa melakukan transaksi seperti biasa, mengingat adanya merger, termasuk integrasi sistem yang baru akan rampung akhir 2009," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.