JAKARTA - Merger antara PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) dan PT Bank Lippo Tbk (LPBN) merupakan merger yang komplementer. Pasalnya dari dua bank yang bergabung ini masing-masing memiliki kelebihannya tersendiri.
"Ini merupakan merger yang komplementer. Bank Lippo merupakan bank yang fokus di ritel, sedangkan Bank Niaga fokus di KPR," ujar Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid, di sela jumpa pers, di kantornya, di Graha Niaga, Jalan Jenderal Soedirman, Jakarta, Senin (3/11/2008).
Dengan merger ini, maka CIMB Niaga menempati peringkat kedua untuk KPR, setelah bank BTN. Pihaknya pun yakin, merger kedua bank ini akan terus tumbuh hingga tahun 2009 dalam hal KPR.
"Saat ini tingkat suku bunga sangat tinggi hingga 15-16 persen untuk mortgage, walaupun demikian kita ingin tetap tumbuh di tahun 2009," ujar Direktur Ritel D James Rompas, saat ditemui wartawan di tempat yang sama.
Untuk menjaga agar KPR tetap tumbuh tersebut, pihaknya akan benar-benar menyeleksi para nasabah agar pembayaran tetap lancar.
Sebagai informasi, jumlah customer gabungan antara kedua bank tersebut sejumlah kurang dari 100 ribu.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.