Direktur PLN Fahmi Mochtar. Foto: Sindo
JAKARTA - Hingga Oktober 2008, dari rencana 123 proyek pembangunan pembangkit listrik oleh IPP (Independent Power Producer), 62 di antaranya telah menandatangani purchase power agreement (PPA).
Walaupun demikian, 10 dari 62 IPP tersebut dicabut kontraknya karena diragukan kemampuan finansialnya.
"Financial closing yang seharusnya mereka lakukan, tidak bisa dilakukan. Untuk itu, 10 dari 62 kontrak akan dicabut," ujar Direktur PLN, Fahmi Muchtar, seusai rapat kerja dengan BPD, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2008).
Untuk itu memang harus digelar tender baru guna menggantikan 10 kontrak yang dicabut tersebut, yakni di Sulawesi, Sumatra, serta Kalimantan. Dia pun mengatakan, saat ini telah ada beberapa pihak yang potensial.
Menurutnya, agar tidak terjadi masalah yang sama, yakni mengenai masalah financial closing, maka harus ada skema baru dari tender. Yakni harus memiliki kemampuan finansial yang mencukupi atau minimal pada bank yang menjaminnya.
Sebagai informasi, saat ini telah berhasil beroperasi sebanyak 16 proyek dengan kapasitas 4.194 megawatt (mw) atau sebanyak 13 persen terhadap rencana total proyek IPP, yakni sebesar 25.400 mw. (ade)