Foto: sindo
JAKARTA - Anggaran Subsidi BBM telah melebihi kuota anggaran APBN-P 2008. Sampai dengan 28 November 2008, realisasinya mencapai 103 persen atau sudah tiga persen dari pagu.
Data ini diungkapkan oleh Dirjen Perbendaharaan Negara, Herry Purnomo, seusai shalat jumat di lingkungan Departmen Keuangan, Jumat, (5/12/2008).
Menurut Herry, subsidi BBM telah mencapai Rp130,7 triliun. Kelebihan kuota mencapai tiga persen atau senilai Rp3,9 triliun.
Kelebihan ini akan dibayar Depkeu dan tidak menjadi masalah untuk APBN. "Kita masih cukup uang tunai," ujarnya.
Kelebihan yang ada menurut Harry, nantinya akan diperhitungkan dalam LKPP (Laporan Keuangan Pemerintah Pusat). Akan tetapi karena baru November dan kuota sudah melebihi, Pemerintah berharap pembiayaan subsidi tidak lagi ditambah.
"Meski ada uang, alangkah lebih baik jika dana tersebut digunakan untuk keperluan lain," katanya.
Sampai dengan 28 November 2008 lalu disebutkan, belanja negara sudah mencapai 82,7 persen. Sedang penerimaan pajak, dikatakan telah mencapai 96,85 persen APBN-P atau senilai Rp590 triliun. (Muhammad Ma'ruf/Sindo/rhs)