Mari Elka Pengestu (foto: sindo)
JAKARTA - Pemerintah Kerajaan Belanda memberikan hibah sebesar USD6,75 juta kepada pemerintah Indonesia.
Dana itu untuk membiayai proyek data base investasi dan perdagangan di Kementrian Kordinator Perekonomian dan Departemen Perdagangan.
Bantuan ini bertajuk Multy Donor Fasility For Trade and Invesment Climate (MDF-TIC) yang difasilitasi oleh Bank Dunia.
Tujuannya, memperkuat kapasitas Depdag dalam pencanangan dan implementasi kebijakan dalam mepromosikan dan memfalisitasi perdagangan Indonesia.
"Pemerintah Belanda telah memberikan komitmen yang kuat dalam mendorong pertumbuhan keekonomi Indonesia dengan mempromosikan perdagangan domestik dan luar negeri," ujar Wakil Duta Besar Belanda Ad Koekkoek, dalam acara penandatanganan hibah, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (5/12/2008).
Hadir dalam acara tersebut, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Menkeu Sri Mulyani.
Dalam keterangannya Mendag mengatakan, hibah ini akan dibagi menjadi dua 60 persen untuk program data base di Depdag dan 40 persen di Kemenko Perekonomian. Bagi Indonesia hal ini sangat penting dalam pengambilan kebijakan.
"Indonesia saat ini menghadapi tantangan untuk mempertahankan pertumbuhan perdagangan yang tinggi dalam kondisi likuiditas yang ketat dan krisis global," tuturnya.
Fasilitias hibah ini akan dikelola oleh Bank Dunia kemungkinan selama empar tahun ke depan tergantung pada pendanaan.
Setiap kuartal komite pengelola yang terdiri dari perwakilan Depdag, Kemenko Perekonomian, Bank Dunia, pemerintah Belanda, dan donor potensial akan bertemu dengan mendiskusikan dan menyetujui serangkaian proposal proyek.
"Fasilitas ini akan mendukung proyek-proyek yang memberikan kontribusi atas peningkatkan daya saing dan iklim investasi," ujar Kepala Ekonomi Keuangan Bank Dunia untuk Indonesia P.S Srinivas. (Muhammad Ma'ruf/Sindo/rhs)