Getting time...

IMF Proyeksikan Hong Kong Akan Pimpin Krisis

Selasa, 9 Desember 2008 14:27 wib
Indeks Hang Seng (foto: corbis)
Indeks Hang Seng (foto: corbis)
HONG KONG - Lembaga donor International Monetary Fund (IMF) memperkirakan ekonomi Hong Kong memiliki peluang yang lebih besar terkena krisis keuangan global. Hong Kong akan "memimpin" penurunan pasar keuangan global.

"Sebagai salah satu ekonomi terbuka di dunia dan fokus keuangan dan perdagangan, Hong Kong sangat terbuka untuk mengalami krisis yang lebih dalam pada pasar keuangan internasional dan penurunan ekonomi global," jelas pernyataan IMF, seperti dikutip AFP, Selasa (9/12/2008)

Hal ini didasarkan pada tinjauan ekonomi Hong Kong selama tahun ini sehingga dapat dilihat adanya tanda-tanda penurunan ekonomi. Meskipun beberapa tahun lalu pertumbuhan pasar ekonomi Hong Kong mengesankan karena pertumbuhan yang sempurna dan meningkatkan pendapatan bersih. Namun ekonomi Hong Kong akan memimpin penurunan ekonomi.

Kendati demikian, Hong Kong yang menjadi pusat kegiatan keuangan di Asia ini, telah mempersiapkan langkah dampak penurunan global dan keuangan dalam posisi yang solid.

IMF juga mengatakan Hong Kong memerlukan rencana darurat segera dan surplus fiskal yang besar akan membantu negara itu menghadapi penurunan ekonomi global. Karena itu, IMF menyambut baik langkah pemerintah untuk menstimulasi permintaan domestik dan memelihara likuiditas pada sektor keuangan yang bermasalah.

IMF menambhakan Hong Kong harus mempertahankan nilai uang Hong Kong dengan dolar Amerika Serikat (AS). Kemudian melanjutkan proyek infrastruktur dan mendukung kerjasama dengan China.

IMF juga mengingatkan pasar ekonomi yang akan semakin memburuk otomatis akan mengancam prospek masa depan ekonomi Hong Kong.

Hal ini diungkapkan IMF setelah Chief Executive Hong Kong Donald Tsang mengatakan, Hong Kong secara teknis telah mengalami resesi dan menghadapi penurunan pada tahun depan.

Tsang juga mengungkapkan, langkah pemerintah yakni stimulasi ekonomi, termasuk meningkatkan skema pinjaman untuk perusahaan kecil hingga menengah hingga 100 miliar dolar Hong Kong (USD12,8 miliar). (Susi Susanti/Sindo/rhs)
TWITTER »
twit