Menggelikan, Sisa Anggaran APBD & APBN Kontradiktif

Kamis, 11 Desember 2008 10:46 wib | Mochammad Wahyudi - Okezone

(foto: sindo) (foto: sindo) JAKARTA - Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) dalam APBD seluruh Indonesia, hingga saat ini, mencapai Rp45 triliun. Ini bertolak belakang, dengan APBN yang selalu lebih besar pasak daripada tiang.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kenyataan tersebut sangat menggelikan. Pasalnya, kondisi daerah yang anggarannya berlebih sangat kontradiktif dengan anggaran negara yang defisit sekitar Rp50 triliun.

"Bahkan DPR mendorong, kalau program-program pemerintah bagus untuk menambah sedikit jumlah defisit," ucapnya, saat membuka Forum Kebijakan Desentralisasi Fiskal, di Hotel Aston, Jakarta, Kamis (11/12/2008).

Menurutnya, penyebab terjadinya defisit anggaran, karena sebagian besar anggaran belanja negara digunakan untuk tranfer ke daerah.

"Defisit itu kan antara penerimaan negara dengan belanja, lebih besar belanjanya. Dan sebagian besar belanja negara tersebut digunakan untuk transfer ke daerah," ujarnya.

Sebagai informasi, Penerimaan negara dan hibah pada APBN Perubahan 2008 direncanakan sekitar Rp894,9 triliundalam APBN Perubahan 2008, Adapun Belanja Negara dianggarkan sebesar Rp989,4 triliun.

Di mana, sekitar Rp292,4 triliun dialokasikan sebagai dana transfer ke daerah, dalam bentuk Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

"Apalagi, sekarang ada tambahan alokasi yang namanya lucu-lucu, seperti dana Otonomi Khusus atau dana Otonomi Penyesuaian. Tambahan yang sebenarnya membuat saya tidak happy," ujar Menkeu.

Intinya, lanjut Menkeu, dengan adanya SILPA di daerah sebesar Rp45 triliun, maka seharusnya defisit anggaran negara bisa semakin kecil. (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป