JAKARTA - Penjualan PT Voksel Electric Tbk (VOKS) diperkirakan menurun secara kuantitas hingga 30 persen. Penurunan tersebut membuat proyeksi penjualan keseluruhan perseroan diperkirakan turun hingga 29,4 persen, dari proyeksi akhir tahun 2008 sebesar Rp2,2 triliun, menjadi hanya Rp1,7 triliun hingga akhir 2009.
"Itu merupakan skenario terburuk, penurunan kuantitas penjualan menurun hingga 30 persen. Namun, skenario optimistis, penurunan kuantitas hanya 10 persen. Penjualan 2009 mencapai Rp2,1 triliun," ujar Direktur Utama VOKS Ferry Tjandrawinata, dalam paparan publik, di Gedung BEI, di Jakarta, Senin (15/12/2008).
Menurutnya, penurunan disebabkan krisis likuiditas global, yang membuat permintaan ekspor berkurang. Pasar ekspor perseroan selama ini, lebih banyak di Timur Tengah. Sementara, negara-negara tersebut tengah mengalami pelambatan pembangunan akibat berkurangnya likuiditas, serta melemahnya harga minyak.
Pasar ekspor perseroan hingga kuartal III-2008, adalah sebesar 37,2 persen, sementara untuk lokal sebesar 62,8 persen. Pada 2009, perseroan akan meningkatkan pasar ekspor menjadi sekira 45 persen.
Hingga kuartal III-2008, perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp1,566 triliun, meningkat 59,8 persen, dibanding periode sama 2007, sebesar Rp980,66 miliar. Sementara laba bersih per 30 September 2008, VOKS mencatat pertumbuhan satu persen, dari Rp44,7 miliar pada 2007 menjadi Rp45,17 miliar pada 2008.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.