JAKARTA - Perusahaan plastik PT Berlina Tbk (BRNA) merelokasi pabrik di China dengan menambah empat mesin baru pada 2009. Investasi senilai 25 juta yuan RMB atau Rp40 miilar (ekuivalen Rp1.600) ini akan menambah kapasitas produksi sebesar 1.000 metrik ton (MT) per tahun.
"Kita akan bangun pabrik di Heifei, China, dalam dua tahap," kata Direktur Berlina Lioe Cu Ling, di sela paparan publik perseroan, di Jakarta, Jumat (19/12/2008).
Menurut dia, investasi senilai 25 juta RMB ini diperoleh dari kombinasi pinjaman bank dan kas internal. Saat ini perseroan telah mendapat komitmen pinjaman dari International China Bank Coorporation (ICBC) senilai 5 juta RMB dan bank lokal China 10 juta RMB. "Dari kas internal sebesar 5 juta RMB, sisanya kita masih akan cari pinjaman lagi," katanya.
Lioe mengatakan, pabrik seluas empat hektare (ha) di China ini akan menambah kapasitas produksi sekira 1.000 MT menjadi 4.000 MT dari sebelumnya 3.000 MT.
"Tambahan produksi tersebut didapat dari empat mesin baru, dan diharapkan sudah dapat berproduksi pada kuartal IV-2009," katanya.
Presiden Direktur Berlina Antonius Rudy Sugiarto menambahkan, saat ini perusahaan pemasok kemasan plastik produk PT Unilever Tbk ini memiliki tiga pabrik di Indonesia dan satu pabrik di China dengan komposisi 70:30. Dengan tambahan kapasitas produksi di China, maka komposisinya diharapkan berubah menjadi 50:50.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.