JAKARTA - Perusahaan produsen kemasan plastik PT Berlina Tbk (BRNA) memproyeksikan produksinya naik sebesar 1.179 MT (delapan persen) menjadi 14.455 MT dari proyeksi akhir 2008 13.276 MT. Sementara dari tambahan produksi, BRNA menargetkan volume penjualan tumbuh 15-16 persen.
Namun, akibat menurunnya harga bahan baku seiring penurunan harga minyak mentah dunia di tahun depan ke level USD60-65, maka nilai penjualan diperkirakan hanya tumbuh dua persen menjadi Rp489,912 miliar dibandingkan proyeksi akhir 2008 sebesar Rp478,277 miliar. "Turunnya harga jual dikompensasi dengan naiknya volume penjualan," kata Presiden Direktur Berlina Antonius Rudy Sugiarto, di sela paparan publik perseroan, di Jakarta, Jumat (19/12/2008).
Menurut Rudy, rendahnya pertumbuhan nilai penjualan di 2009 tak lepas dari kondisi perekonomian yang cenderung melambat. Kekeringan likuditas perbankan menyulitkan sektor riil mendapat akses kredit. "Kami perkirakan bunga pinjaman 2009 naik rata-rata tiga persen," katanya.
Kondisi ini menyebabkan biaya produksi meningkat sekaligus menurunkan margin seiring melemahnya nilai tukar rupiah. "Pembelian bahan baku kita dalam bentuk dolar, sedangkan penjualan kita dalam rupiah, ini yang menekan margin," katanya.
Pada kesempatan itu, Rudy juga mengungkapkan Berlina tengah menjajaki rencana akuisisi dua perusahaan di bidang sejenis guna meningkatkan kinerja perseroan. Saat ini proses tersebut masih dalam tahap penjajakan. "Proses transaksi baru masuki tahap awal, dua-duanya lokal," katanya.
Namun sayangnya Rudy, belum bisa menyebutkan nama perusahaan yang akan diakuisi serta nilai transaksinya. "Pertengahan tahun depan kami harap bisa selesai semua, ini baru tahap disclosure. Untuk sekarang saya belum bisa menjelaskan," terangnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.