>

Pooling Fund Diusulkan Dibawahi BI

Minggu, 10 Mei 2009 - 18:05 wib | Ahmad Nabhani - Okezone

Foto: Koran SI

Pooling Fund Diusulkan Dibawahi BI
JAKARTA - Kendati kondisi perbankan di Indonesia belum terbilang parah bila dibandingkan dengan di luar negeri, namun perlu diapresiasi dan didukung penuh realisasi pooling fund (konsorsium pendanaan perbankan) di tengah tidak seimbangnya pendanaan.

"Pooling fund akan sangat membantu perbankan yang kesulitan mendapatkan sumber pendanaan," kata pengamat pasar uang Farial Anwar, saat dihubungi okezone di Jakarta, Minggu (10/5/2009).

Dengan adanya lembaga tersebut, maka akan membawa manfaat dibandingkan moral hazard. Pasalnya, tidak semua perbankan bisa mengakses sumber dana dari pooling fund bila tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. Antara lain, neraca keuangan yang sehat dan tidak memiliki risiko yang besar.

Kata Farial, keberadaan pooling fund sebaiknya berada di bawah Bank Indonesia (BI) sebagai lembaga pengatur kebijakan keuangan, jika dibandingkan dibentuk lembaga baru. "Di Indonesia sangat pintar bentuk lembaga baru, namun soal kerjanya tidak memuaskan," tandasnya.

Sementara untuk payung hukumnya, bisa berupa turunan dari Peraturan Bank Indonesia (PBI) dan tidak perlu UU baru.

Bila di dunia ada pooling fund untuk bank sentral. Maka di dalam negeri bisa dibentuk pooling fund antarbank sebagai alternatif sumber pendanaan selain pinjaman antar bank. Di mana saat ini suka tidak suka pinjaman antarbank sulit dilakukan dan lebih baik simpan di SBI dan Surat Utang Negara (SUN) sehingga berujung lambatnya penurunan suku bunga bank.

Dia pun mendesak, agar perbankan tidak licik memberanakpinakkan dana masyarakat di SBI dan SUN. Namun bisa disalurkan pada usaha yang lebih produktif berupa pemberian kucuran kredit.

Sebelumnya, Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Bambang Soesatyo mendesak untuk segera menerapkan konsorsium pendanaan perbankan (pooling fund) sehingga bisa menurunkan suku bunga pasar uang antarbank (PUAB) dan sarana lain yang bisa menurunkan bunga kredit perbankan.

Menurut Bambang, suku bunga kredit konsumsi yang tinggi juga menjadi salah satu penyebab menurunnya konsumsi masyarakat. Padahal kekuatan konsumsi masyarakat ikut memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan solusi mengatasi deflasi adalah penurunan suku bunga.

Bambang menuturkan, realisasi pooling fund makin terlihat urgensinya, karena PUAB di London mulai pulih. Sementara hasil stress test atas kekuatan perbankan di AS memberikan sinyal positif.

Hasil stress test itu dan penurunan suku bunga LIBOR menjadi 0,97 persen menjadi pertanda bahwa AS dan Uni Eropa segera meraih momentum pemulihan.

BI telah menyelesaikan beberapa konsep mengenai pooling fund karena belum matang dan masih ada beberapa hal yang masih harus dituntaskan. Beberapa konsep tersebut adalah berapa besar dana yang diambil dari giro wajib minimum (GWM), pengelola hingga kedudukan lembaga ini.

Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan BI Wimboh Santosa mengatakan, kemungkinan besar dana yang akan menjadi simpanan di pooling fund bank adalah dana secondary reserve yang akan diambil dari GWM. Namun, BI masih terus menghitung berapa jumlahnya dan belum bisa disampaikan kepada masyarakat. (ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Sekilas Mengenai Aliran Modal Asing RI