(Foto: Abror/Setneg)
JAKARTA - ASEAN+3 telah menyepakati dana pooling fund sebesar USD120 miliar sebagai salah satu komponen Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM). Menurut Presiden SBY, kesepakatan tersebut merupakan sabuk pengaman untuk saling membantu perekonomian negara-negara di kawasan.
"Di tingkat regional, bersama-sama ASEAN+3 kita menjaga perekonomian, investasi, dan memikirkan punya sabuk pengaman untuk menolong negara lain yang kesulitan finansial," kata Presiden saat membuka Musrenbangnas 2009, di Hall Birawa Hotel Bumikarsa, Kompleks Bidakara, Jakarta, Selasa (12/5/2009).
Seperti diberitakan, menteri-menteri keuangan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN+3 mencapai kesepakatan penting, dalam pertemuan yang digelar di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, 3 Mei lalu. Salah satu kesepakatan yang dicapai adalah seluruh komponen utama dari CMIM. Selain itu juga disepakati Asian Bond Market Initiative (ABMI), dan ASEAN+3 Research Group.
Hal tersebut, menurut SBY, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga perekonomian dari dampak krisis global pada level regional. Pemerintah pun juga melakukan upaya di tingkat global. Namun begitu, Presiden mengingatkan, jika upaya global ataupun regional tidak diikuti dengan kerja keras di tingkat nasional, maka perekonomian Indonesia tidak akan pulih dari krisis.
Sekadar menambahkan, pengumpulan cadangan devisa bersama tersebut menjadi langkah sepuluh negara Asia Tenggara plus tiga mitranya, Jepang, China, dan Korea Selatan untuk tidak bergantung pada Dana Moneter Internasional (IMF) dalam menghadapi krisis global. Inisiatif pengumpulan dana ini juga sekaligus mengoreksi kelemahan IMF. (jri)