Menakertrans Erman Suparno. Foto: Koran SI
JAKARTA - Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) mengklaim telah menjaga momentum agar tidak terjadi PHK massal akibat terjadinya krisis ekonomi di seluruh dunia.
"Presiden SBY dan Bappenas mengatakan yang diprediksi krisis banyaknya PHK massal itu tidak terjadi di negara kita. Mengapa? Karena momentum kita jaga betul. Jadi kebijakan pemerintah yang diambil sekarang sudah tepat, misalnya ada stimulus dan sebagainya," ujar Menakertrans Erman Suparno, usai pembukaan Musyawarah Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2009, di Hall Birawa Hotel Bumikarsa, Komp Bidakara, Jakarta, Selasa (12/5/2009).
Dia mengungkapkan, dulu tingkat PHK diperkirakan bisa mencapai 1 juta-1,5 juta. Namun, saat ini dilaporkan hanya terjadi PHK sebesar 51 ribu, dan pihaknya pun langsung memberi mereka alih profesi.
"APBN 2009 dari Depnakertrans saya alihkan. Bagaimana pokoknya harus kerja melalui stimulus dan juga kegiatan-kegiatan yang bersifat produktif," jelasnya.
Adapun dari 51 ribu orang yang terkena PHK termasuk dari tenaga kerja Indonesia di Malaysia sebesar 5.000 orang. Saat ini secara keseluruhan TKI yang dipulangkan sekira 7.800 orang dari berbagai negara.
Maka dari itu, target angka pengangguran diharapkan bisa mencapai angka 8,3 persen. Sehingga momentumnya angka tersebut tetap dipertahankan agar jangan sampai terjadi peningkatan lagi. (ade)