Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono. Foto: Koran SI
JAKARTA - Dana Sertifikat Bank Indonesia (SBI) perbankan diperkirakan akan kembali menurun di kuartal II-2009, seiring dengan pulihnya perekonomian. Maka dari itu, pasar kredit akan jauh lebih baik sehingga perbankan akan menarik dana SBI-nya untuk dicairkan di pasar kredit.
"Bila ekonomi berjalan lebih baik di kuartal II, ada korelasi kredit akan meningkat dan dana SBI perbankan akan turun," kata Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono, seusai Peresmian Kerja Sama ITB-Lembaga Pendidikan Perbankan Indonesia dalam Membuka Kerja Sama Jurusan Eksekutif MBA in Syariah Banking & Finance, di Gedung LPPI, Kemang, Jakarta, Jumat (22/5/2009).
Menurutnya, banyaknya dana perbankan yang tersimpan di SBI selama ini adalah sebagai sikap wait and see akibat kondisi ekonomi saat ini. Di mana hal tersebut dilakukan untuk menyimpan ekses likuiditasnya dan surat berharga di SBI agar survive.
Namun bila ekonomi membaik, dana SBI di perbankan akan kembali menyusut untuk disalurkan di pasar kredit. Tak ayal, Hartadi menambahkan, perbankan Indonesia saai ini optimistis pada kuartal II kondisi ekonomi akan lebih pulih dan positif sehingga ada kemungkinan mereka akan merevisi pertumbuhan kredit dari 10 persen menjadi 15 persen.
Direvisinya pertumbuhan kredit ini, karena pasar kredit sudah mulai meningkat atau positif di April dan Mei. Kendati demikian, BI akan terus memonitor setiap bulannya.
Di sisi lain, dana asing yang tersimpan di SBI selama ini kemungkinan di kuartal II akan menyusut atau berkurang untuk diinvestasikan di sektor lain untuk jangka panjang. Hal ini disebabkan karena faktor mulai pulihnya kondisi ekonomi Indonesia dan juga kenaikan nilai tukar rupiah.
"Dana asing yang berada di SBI pada kuartal II tahun ini akan disimpan untuk investasi di sektor energi yang sudah mengalami peningkatan positif dan juga untuk investasi di sektor lainnya secara jangka panjang," jelas Hartadi.
Sebagai informasi, dana SBI outstanding saat ini tercatat sebesar USD1,4 miliar. (ade)