HSBC
JAKARTA - Hongkong and Shanghai banking Corporation Limited, melalui anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki, HSBC Asia pasific Holdings Limited telah menyelesaikan akuisisi terhadap 88,89 persen saham Bank Ekonomi Rahardja Tbk senilai USD607,5 juta yang dibayarkan tunai dalam USD.
"Akuisisi ini menjadi bukti lebih lanjut bahwa HSBC tetap dapat menjalankan strateginya sekalipun dalam gejolak ekonomi yang tinggi," ujar Executive Director HSBC Holdings plc sekaligus ckief executive officer HSBC Asia Pasific Sandy Flockhart dalam keterangan tertulis yang dipublikasikan perusahaan di Jakarta belum lama ini.
Bank Ekonomi merupakan salah satu penyedia layanan perbankan UKM di Indonesia. Dengan akuisisi tersebut, maka akan menggandakan keberadaan HSBC di Indonesia menjadi 207 cabang di 26 kota.
"Bank Ekonomi dan HSBC dapat memainkan peran kunci dalam cerita sukses ini dan membantu menggerakan UKM Indonesia sebagai salah satu perekonomian paling menggairahkan di dunia," jelasnya.
Aementara itu, chief executive officer HSBS Indonesia Rakesh Bhattia menambahkan hal ini merupakan langkah strategis perusahaan yang melihat potensi pertumbuhan ekonomi yang masih bagus. Yakni, dengan PDB Indonesia pada tahun 2009 diramalkan akan tumbuh sebesar 2,5 persen dan tahun depan diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,5 persen.
"Akuisisi Bank Ekonomi akan memperkuat keberadaan kami dinegara dimana, dengan adanya akuisisi ini, kami berada diposisi tiga besar bank asing dari sisi aset," kata Rakesh.
Berdasarkan kesepakatan yang telah diumumkan di bulan Oktober 2008 serta sebagaimana diatur dalam hukum Indonesia, HSBC diwajibkan untuk melaksanakan mandatory tender offer (MTO) terhadap 10,11 persen sisa saham Bank Ekonomi.
Setelah selesainya proses akuisisi ini, bank ekonomi akan tetap beroperasi sebagai entitas terpisah dari bisnis HSBC yang telah ada di Indonesia dan tercatat bapda Bursa efek indonesia. dan nasabah HSBC akan tetap dilayani melalui cabang-cabang HSBC yang ada. (wdi) (rhs)