Getting time...

Heboh Neoliberal, Purnomo Cetuskan Neosos

Andina Meryani - Okezone
Selasa, 26 Mei 2009 10:17 wib
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Foto: Koran SI
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Foto: Koran SI
JAKARTA - Musim kampanye calon presiden saat ini dimarakkan dengan banyaknya orang yang membicarakan soal neoliberal (neolib). Tak mau kalah dengan itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro juga punya istilah baru yaitu Neosos (Neo Sosialis).

Istilah tersebut muncul karena adanya persepsi untuk menguasai kekayaan negara terutama di bidang sumber daya mineral tanpa campur tangan asing.

"Tidak benar jika kekayaaan minyak kita dikuasai oleh pihak asing, tapi kita memang memerlukan kerja sama dengan pihak asing," ujar Purnomo, dalam sambutan di acara Bimasena Energy Law Forum Roundtable Dialogue, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (26/5/2009).

Disebutkannya, jika negara memang benar-benar ingin mengartikan hak penguasaan negara atas sumber daya mineral maka diperlukan suatu kebijakan, pengaturan, pengawasan, dan pembinaan.

"Kalau mau betul-betul mengartikan hak penguasaan negara atas SDM itu, negara harus bisa membuat kebijakan, mengatur, mengawasi, mengurus, dan membina," paparnya.

Purnomo menjelaskan, pengelolaan migas merupakan tanggung jawab pemerintah, selain mempertahankan dan menjaga. Adapun badan yang mengelola sumber daya mineral di sektor hulu dipegang oleh BP Migas, sementara sektor hilir oleh BPH migas dan Pertamina.

"Departemen ESDM berperan dalam kebijakan dan regulasi, pembinaan dan pengawasan migas dan peraturan tersebut harus ditaati," tukasnya.

Dia mengungkapkan bahwa bila bisa melakukan keempat hal tersebut, maka Indonesia bila menguasai sumber daya alamnya.

"Kalau bisa melakukan empat hal ini kita bisa kuasai SDA kita, ke asing atau ke yang tidak berhak. Kalau BUMN tidak harus kalau mereka bisa mengatur, mengurus, dan membina," pungkasnya. (ade)
TWITTER »
twit