Presiden Korsel saat berbicara di KTT ASEAN-Korsel (Reuters)
SEOGWIPO - Korea Selatan dan 10 negara anggota Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) meneken kesepakatan untuk meningkatkan investasi di masing-masing negara.
Kedua pihak juga telah menyelesaikan pakta perdagangan bebas yang lebih luas dalam pertemuan South Korea-ASEAN Commemorative Summit di Jeju International Convention Center, Seogwipo, Kepualauan Jeju.
Para investor Korsel akan diberikan akses mudah ke pasar pasar dengan populasi sekira 600 juta jiwa dan produk domestik bruto mencapai USD1,3 triliun. Demikian seperti dikutip dari Reuters, Selasa (2/6/2009).
Perdagangan antara kedua pihak meningkat 25 persen sepanjang 2008 hingga USD90 miliar. Presiden Korsel Lee Myung-bak menargetkan angka USD150 miliar pada 2015.
Menteri-menteri perdagangan dari Korsel dan negara-negara anggota ASEAN menandatangani kesepakatan pada akhir pertemuan dua hari mereka, untuk menandai peringatan 20 tahun kemitraan mereka.
ASEAN dan Korsel menandatangani kesepakatan perdagangan bebas untuk barang pada Agustus 2006, dan secara terpisah untuk produk jasa pada November 2007.
Pada pernyataannya kemarin, Presiden Lee berjanji meningkatkan bantuan dan transfer ketrampilan ke Asia Tenggara dalam rangka bersama-sama menangkis ancaman merosotnya ekspor yang disebabkan proteksionisme di negara-negara Barat.
Sebagian besar negara anggota ASEAN memiliki kekayaan energi dan mineral yang berlimpah, sebaliknya Korsel membutuhkan energi bagi industri manufaktur yang memproduksi barang seperti chip, automotif, dan televisi.
ASEAN saat ini merupakan pasar ekspor terbesar ketiga untuk Korsel dan merupakan tujuan investasi kedua terbesar Negeri Gingseng itu.(jri)