o1 o2

Economy - ekonomi


Drajad Sayangkan Penghentian Penyelidikan Bank Indover

Selasa, 2 Juni 2009 - 11:25 wib
text TEXT SIZE :  
Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI

JAKARTA - Langkah Kepolisian yang menghentikan penyelidikan Bank Indover sangat disayangkan. Ini dikarenakan banyak sektor ekonomi dan keuangan yang perlu dipertanyakan seperti pengelolaan Bank Indover dan juga pengawasan oleh Bank Indonesia (BI).

"Saya sebagai ekonom dan anggota komisi XI DPR menyayangkan penyidikan Bank Indover yang dihentikan. Tapi kita tetap menghormati kepolisian yang mungkin belum mendapatkan bukti yang kuat," ujar Anggota Komisi XI Drajad H Wibowo, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2009).

Menurutnya, kasus perbankan yang terjadi pada Bank Indover adalah kasus yang sangat seksi dari sisi pemberitaan dan juga finansial. Tidak hanya itu, dia juga mengingatkan kasus Indover tidak menjadi tragedi yang kurang baik dalam penanganan kasus Bank Century.

"Belajar dari Indover, Tim Pelacakan Aset Century harus dibekali dengan jaringan yang kuat dan kemauan intelegensi yang memadai. Pasalnya, aset Bank Century sudah banyak diputar, oleh karena itu aset yang ada saat ini harus dibekukan agar nasabah Century bisa memperoleh kembali dananya," tegasnya.

Secara pribadi, dia menyetujui dengan dibentuknya tim pelacakan aset Bank Century, hanya saja tim tersebut harus disertai dengan kompetensi yang baik jangan sampai kasus L/C bank BNI terulang kembali di mana asetnya sudah disita dan diputuskan oleh pengadilan tapi hingga saat ini sulit dieksekusi.

"Padahal kasus BNI sudah berjalan enam tahun yang lalu. Sejak tahun 2003 dan hingga saat ini negara belum memperoleh asetnya," tambahnya.

Dia juga menyampaikan, dirinya mengkhawatirkan masalah Century bisa menguap di tengah jalan karena Bank Century ini bukan hanya kepentingan nasabah tapi juga nasional karena di sana terdengar rumor ada pensiunan tentara Amerika. Sehingga pihak Amerika akan melakukan berbagai hal untuk mendapatkan dana tersebut.

"Pemerintah jangan sampai mementingkan dana pensiunan Amerika tetapi mengabaikan kepentingan nasabah dalam negeri," pungkasnya. (adn)(rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4