Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank Jabar Banten) telah mengirimkan surat izin pembiayaan (permodalan) untuk spin off unit syariah kepada pihak Bank Indonesia. Perusahaan pun telah menyiapkan dana sebesar Rp495 miliar untuk spin off syariah tersebut.
"Kita perlu dana Rp495 miliar," ujar Dirut Agus Ruswendi, dalam public expose usai due diligence penawaran obligasi, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (2/5/2009).
Untuk mendirikan unit syariah tersebut, diperlukan dana sebesar Rp500 miliar. Tetapi, menurut syarat peraturan perseroan terbatas, harus ada dua pemegang saham.
Dengan demikain, Bank Jabar Banten akan menjadi pemegang saham mayoritas dengan saham sebanyak 99 persen. Sehingga perusahaan hanya perlu mengeluarkan dana sebesar Rp495 miliar.
"Bisa dana tunai atau dipaketkan dengan aktiva tetap yang sudah digunakan oleh unit syariah tersebut," imbuhnya.
Selanjutnya, mitra yang akan menjadi partner perusahaan dalam bank syariah tersebut adalah salah satu BUMD dari Banten, yakni Banten Development Global. (ade)