JAKARTA - PT Bisi Internasional Tbk (BISI) manargetkan akan bebas utang pada 2009 dan 2010. Untuk itu, perseroan akan melunasi utangnya kepada BRI sebesar Rp350 miliar pada tahun ini juga.
"Dua tahun belakangan (2009-2010) ini kita targetkan akan bebas utang," ujar Dirut BISI Jemmy Eka Putra, dalam public expose usai RUPST, di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (2/6/2009).
Saat ini perseroan hanya memiliki pinjaman untuk modal kerja saja. Yakni pinjaman short term, pihaknya mengaku tidak memiliki pinjaman jangka panjang. "Utang modal kerja, itu kan diberikan secara terbatas, tidak jangka panjang," ucapnya.
Kendati demikian, dia menuturkan tidak menutup kemungkinan untuk tahun selanjutnya akan melakukan pinjaman. Hal ini akan dilakukan perseroan jika memiliki rencana untuk ekspansi lebih lanjut yang membutuhkan dana besar, tetapi untuk saat ini nampaknya dia tidak membutuhkan dana yang besar.
"Di akhir 2009 kita akan lunasi dari hasil operasional tahun sekarang. Dana (pinjaman BRI) itu tidak terpakai. Pasalnya, dalam 1-2 tahun ini kapasitas produksi perusahaan sudah cukup," imbuhnya.
Untuk itu, perseroan menargetkan pertumbuhan revenue dan laba bersih sebesar 5-10 persen di tahun ini. Target tersebut merupakan terget konservatif karena adanya cuaca serta krisis global.
"Target penjualan, untuk top line 5-10 persen dari 2008 lalu. Begitu juga dengan bottom line, itu karena dampak musim dan krisis global," paparnya.
Sementara itu, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp65 miliar untuk meningkatkan kinerja. Capex tersebut akan difokuskan untuk riset mengembangkan produk padi hibrida, jagung hibrida, dan produk lainnya.
"Capex kita di 2009 ini adalah Rp65 miliar, akan kita gunakan untuk mengembangkan fasilitas riset, untuk mengembangkan fasilitas pabrik dan untuk capex maintenance," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.