USD. Foto: Suryadi/Koran SI
KAMOJANG - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) membutuhkan dana sebesar USD3 miliar untuk mencapai target pencapaian sebesar 1.342 megawatt (MW) pada 2014.
"Kita butuh USD3 miliar untuk mengembangkan panas bumi ini," ujar Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Abadi Purnomo dalam konferensi pers, di sela kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) unit IV Kamojang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/6/2009).
Lebih lanjut, dia menjelaskan dana yang dikeluarkan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) per MW adalah sekira USD3 juta. Sedangkan, saat ini masih kurang sekira 1.000 MW, sehingga secara total dana yang dibutuhkan USD3 miliar.
Untuk tahun ini, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) tersebut pun menganggarkan dana sebesar USD130 juta untuk pengembangan panas bumi tersebut. Sebagai pembanding, perusahaan mengeluarakan dana pada 2008 lalu sebesar
USD70 juta.
Sedangkan, pada tahun depan perusahaan menargetkan dana sebesar USD270 juta. "Tahun selanjutnya, dana yang kita keluarkan tersebut akan lebih besar lagi," imbuhnya.
Beberapa proyek PLTP yang tengah dikejar oleh PGE adalah untuk PLTP V dan VI di Lahendong, Sulawesi Utara dan PLTP I-VI di Hulubais, Bengkulu dengan nilai proyek sekira USD660 juta.
Sekadar gambaran, pemerintah saat ini tengah mengejar proyek listrik 10.000 MW tahap I dan II. Untuk 10.000 MW tahap II, pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik panas bumi (PLTP) sebanyak 4.700 MW. Dari jumlah itu, dia menuturkan PGE menargetkan mengkontribusikan sebesar 1.342 mw yang akan didapatkan dari 15 wilayah kerja pertambangan (WKP) yang dimiliki oleh PGE. (ade)