Foto: corbis
KAMOJANG - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mengungkapkan telah membuat kesepakatan dengan Bank Dunia sebesar USD500 juta untuk mengucurkan dananya dalam rangka pengelolaan panas bumi.
"Kita akan melakukan refinancing," ujar Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Abadi Purnomo dalam konferensi pers, di sela kunjungan ke pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) unit IV Kamojang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/6/2009).
Dia menuturkan, Bank Dunia sangat menginginkan untuk melakukan refinancing terhadap proyek yang dilakukan PGE tersebut. Kendati demikian, dia menuturkan pihaknya tidak pasti akan memberikan refinancing terhadap proyeknya tersebut.
"Sekarang sedang diproses, tapi tergantung dengan siapa yang cepat," imbuhnya.
Selain dengan Bank Dunia, Abadi juga mengungkapkan perusahaannya tersebut juga telah melakukan kesepakatan dengan JICA dan satu lembaga keuangan internasional lagi. "Masing-masing sebesar USD500 juta," ucapnya.
Sebelumnya, untuk megerjakan proyeknya tersebut, PGE mengajukan pinjaman kepada induk perusahaannya, PT Pertamina (Persero). Selanjutnya, setelah proyek tersebut, barulah dia mencari refinancing untuk proyeknya tersebut. (ade)