Ilustrasi. Foto: Corbis
KAMOJANG - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) meminta pemerintah untuk memediasikan pertemuan meminta harga jual listrik kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Kita akan minta untuk dimediasi agar pemain (perusahaan pengelola (upstream) panas bumi dapat berkembang," ujar Direktur Utama PGE Abadi Purnomo dalam konferensi pers, di sela kunjungan ke pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) unit IV Kamojang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/6/2009).
Pasalnya, menurut Abadi harga keekonomian dari listrik yang dihasilkan dari panas bumi berada di atas USD8 sen per kwh. "Tergantung listrik yang dihasilkannya besar atau tidak. Tapi pastinya itu berada di atas level USD8 sen per kwh," katanya.
Bahkan, beberapa pemain meminta harga penjualannya listriknya sebesar USD11,5 sen per kwh. Sementara itu, PLN meminta listrik tersebut untuk dijual dengan harga USD6-7 sen per kwh. "PLN maunya USD6-7 sen per kwh. Kan itu jauh dari harga keekonomiannya," tuturnya.
Sedangkan untuk harga uap panasnya, Abadi mengatakan, harganya tergatung dari kondisi lapangannya apakah sulit atau tidak. Dia memisalkan, untuk di lapangan di Ulubelu yang tidak terlalu sulit, uap panasnya dijual seharga USD4,2 sen per kwh. (ade)