Ilustrasi. Foto: Corbis
KAMOJANG - Wacana pembentukan institusi yang mengelola panas bumi (geothermal) secara mandiri, yakni menjadi sebuah badan usaha milik negara (BUMN) baru yang sempat mencuat beberapa waktu lalu, nampaknya masih jauh untuk terbentuk.
Pasalnya, Pertamina yang merupakan pemain besar di bidang ini, nampaknya masih tidak rela melepaskan potensi keuntungan yang ada. Pertamina mendapatkan keuntungan dari sektor panas bumi ini melalui anak usahanya yang mengelola panas bumi, Pertamina Geothermal Energy (PGE), yang ternyata memiliki kontribusi yang cukup besar dalam keuntungan Pertamina.
"Pertamina Geothermal Energy (PGE) nampaknya tidak akan dilepaskan Pertamina, karena cukup menguntungkan untuk Pertamina," ujar Manager Humas Pertamina Geothermal Energy Adiatma Sardjito, di sela kunjungan ke pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) IV Kamojang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/6/2009).
Dia menuturkan, awalnya wacana pembentukan tersebut keluar dari kementerian negara BUMN beberapa waktu lalu. Pasalnya, energi panas bumi dinilai sangat potensial.
Kendati demikian, beberapa waktu lalu Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengungkapkan pihaknya tidak akan terburu-buru untuk membentuk instansi pengelola panas bumi tersebut. Yang terpenting, menurutnya adalah pengelolaan terlebih dahulu terhadap panas bumi tersebut. (ade)