Image: Corbis.
JAKARTA - Pengamat Bursa Ferry Latuhihin menantang Kwik Kian Gie sebagai pencetus paham "Neolib" untuk berdebat secara terbuka di depan publik. Pasalnya, sebagai dosen pun Ferry tidak pernah menemukan kata neolib dalam sistem ekonomi.
"Istilah Neolib itu cuma sekedar alat agitasi," ujarnya ketika membuka paparan tim ekonomi pasangan SBY-Boediono dalam Uji Publik Visi Ekonomi Capres, di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (11/6/2009)
Ferry menyatakan, keberadaannya dalam tim SBY-Boediono bukanlah secara khusus mendukung SBY-Boediono. Namun dia menilai sebagai akademisi, kebijakan yang diambil SBY yang bertentangan dengan kaidah ilmu ekonomi. Sedangkan ekonomi kerakyatan, menurutnya, sebagai kebijakan yang tidak jelas karena definisi rakyat sendiri tidaklah jelas.
Dikatakannya bahwa sistem ekonomi berbau ideologi seperti sosialis, kapitalis, kerakyaatan merupakan sistem ekonomi berbau ideologi yang nyata-nyata keliru.
"Dasarkan kebijakan dengan menggunakan logika bukan ideologi," tukasnya. (rhs)