Foto: Koran SI.
JAKARTA - Mundurnya Raden Pardede sebagai komisaris utama (komut) PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) membuat kursi yang ditinggalkannya kosong. Lantas siapa yang akan menggantikannya?
"Kalau itu urusan Menteri Negara Sofyan Djalil," ujar Sesmenneg BUMN Said Didu, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Jumat (12/6/2009) malam.
Menurut Said semua keputusan ada di tangan Sofyan Djalil, selaku pemegang saham perusahaan milik negara. "Ya saya akan menyampaikan surat mundurnya Raden Pardede secepatnya kepada Sofyan Djalil," tuturnya.
Said menyatakan, dirinya menerima surat mundur Raden Pardede dari jabatannya sebagai komisaris utama PPA sore ini. Mundurnya Raden dari jabatan bergengsi di PPA ini karena Raden tidak mau melanggar UU Pemilu. Pasalnya dia menjadi bagian dari tim kampanye Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono. Dalam Aturan tersebut, telah diatur bahwa pejabat BUMN harus bersikap netral.
Seperti diketahui, belakangan ini para pejabat BUMN yang ikut mendukung pasangan capres dan cawapres tengah menjadi sorotan Badan Pengawas Pemilu.
Selain Raden, Komut PT Kereta Api Farid Harianto yang masuk tim kampanye SBY-Boediono juga telah mengundurkan diri.
(rhs)