Rahmat Gobel. Foto: Astra Bonardo/Koran SI
JAKARTA - Industri manufakturing besar diklaim sebagai industri yang mampu bertahan dan tidak mempersoalkan siapa presidennya. Pasalnya, industri tersebut memiliki investasi jangka panjang dan bukan jangka pendek.
"Industri manufakturing tidak persoalkan siapa presidennya, karena membangun industri tidak seperti bangun pabrik," kata Wakil Ketua KADIN Rahmat Gobel, saat dihubungi wartawan di Gedung Depkeu, Jakarta, Senin (15/6/2009).
Tak ayal, dirinya menilai industri yang memiliki investasi langsung harus di promosikan pemerintah. Karena hanya industri yang berinvestasi jangka panjang yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan bukan investasi jangka pendek.
Rahmat juga menuturkan, peran pemerintah terhadap sektor industri di saat krisis sudah dilakukan secara maksimal. Bila disinggung sempurna atau tidak, pada umumnya pengusaha akan menyampaikan belum cukup. "Di saat untung saja pengusaha bilang rugi," ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah telah banyak membantu bagi para pelaku usaha dan termasuk memerangi barang selundupan yang berdampak bagi dunia industri.
Selain insentif fiskal yang diberikan pemerintah, hal yang perlu diperhatikan menjaga pasar domestik dan kebijakan tersebut yang tidak dimiliki negara lain selain Indonesia.
Rahmat menambahkan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif saat ini, ini merupakan hal yang perlu diperhatikan serta harus dijaga stabilitasnya di saat pemilu hingga berakhirnya nanti. Karena saat ini Indonesia sudah mulai mendapat kepercayaan negara lain dan termasuk sudah dipercayai sebagai basis produksi elektronik.
Terkait rendahnya realisasi pemakaian stimulus Bea Masuk di Tanggung Pemerintah oleh para pelaku usaha, Rahmat masih akan mengkaji kembali dan pada umumnya kendala disebabkan persoalan birokrasi.
Sebagai informasi, saat ini ada empat perusahaan yang pengajuan pemakaian BM DTP masih dalam proses sehingga penyerapannya di klaim masih rendah. (ade)