HONG KONG - Gaji Pemimpin Eksekutif Hong Kong Donald Tsang dan jajaran petinggi kabinetnya akan dipotong sebesar 5 persen sebagai bagian dari pengetatan anggaran selama krisis ekonomi.
Surat kabar South China Morning Post kemarin melaporkan, besaran pemotongan gaji para eksekutif di wilayah otonomi khusus itu bahkan bisa mencapai 5,38 persen. Namun, juru bicara pemerintah menolak memberikan konfirmasi terkait berita tersebut. Hanya saja, juru bicara itu menyatakan, Donald Tsang berjanji akan bahu membahu bersama masyarakat selama masa krisis keuangan.
Jika pemotongan gaji terhadap para pimpinan eksekutif Hong Kong terjadi, itu kebijakan pertama yang dilakukan pemerintah sejak 2003. Saat itu pejabat pemerintah mendapat pemotongan gaji hingga 10 persen sebagai upaya mencari jalan keluar mewabahnya penyakit yang menyerang sistem pernafasan severe acute respiratory syndrome (SARS).
Saat penyakit itu mewabah, sebanyak 300 warga Hong Kong meninggal dunia dan menyebabkan kota tersebut terisolasi sehingga perekonomian Hong Kong turun drastis karena turunnya jumlah wisatawan. ?Tsang saat ini mendapatkan gaji 371.855 dolar Hong Kong (USD47.674) per bulan,? ungkap South China Morning Post.
Jumlah tersebut pernah mendapat kritikan karena merupakan salah satu dari 17 gaji politisi termahal di dunia. Selama krisis ekonomi global berlangsung sejak tahun lalu, Hong Kong jatuh ke zona pada kuartal III-2008. Pada Mei lalu Pemerintah Hong Kong memangkas proyeksi pertumbuhan tahun ini menjadi terkontraksi 5,5-6,5 persen, lebih buruk dari ramalan sebelumnya minus 2-3 persen.
Sebelumnya lembaga survei Markit Group Ltd menyatakan, penurunan aktivitas bisnis Hong Kong pada Mei lalu mulai melemah. Indeks belanja manajer di Hong Kong pada Mei naik menjadi 44,77 dibandingkan April di posisi 44,34.(Yanto Kusdiantono/Koran SI/rhs)