Group President and CEO Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo saat berbincang dengan salah satu jurnalis okezone. (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Ceruk bisnis media berbasis iklan di Indonesia milik Global Mediacom dipercaya memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh berkembang.
Demikian pernyataan Group President and CEO Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo, usai RUPST-LB, di Gedung Plaza Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (18/6/2009).
"Potensi itu karena belanja iklan per kapita di Indonesia sebesar USD11 pada 2007. Sebagai perbandingan, Filipina memiliki belanja iklan per kapita sebesar USD38 dan Singapura sebesar USD229," tuturnya.
Dia menjelaskan, pada 2009 Zenith Optimedia memproyeksikan, hanya Indonesia dan India yang akan mengalami pertumbuhan belanja iklan di atas 13 persen. Bisnis media berbasis pelanggan memiliki potensi yang signifikan dengan tingkat penetrasi yang hanya 2,5 persen pada 2008.
Industri media di Indonesia, lanjutnya, merupakan sektor defensif yang ditunjang dengan penduduk yang relatif muda dan jumlah penduduk yang relatif besar dengan tingkat konsumsi yang tinggi dan memiliki kecenderungan untuk menggunakan platform media sebagai sumber hiburan.
"Kami yakin akan dapat melalui krisis keuangan saat ini dan tampil sebagai perusahaan yang lebih kuat," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Global Mediacom adalah induk usaha dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), yang mencakup sejumlah media massa, antara lain RCTI, Global TV, TPI, Okezone, Koran Seputar Indonesia dan Radio Trijaya. (rhs)