Getting time...

Hero Genapkan Tidak Bagi Dividen 10 Tahun

Jum'at, 19 Juni 2009 18:07 wib
Logo Hero. Dok Hero
Logo Hero. Dok Hero
JAKARTA - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) kembali tidak membagikan dividen pada tahun ini. Dengan demikian perseroan menggenapkannya menjadi satu dekade perseroan masih membutuhkan dana untuk ekspansi menambah gerai baru.

"Kami tidak membagikan dividen karena masih membutuhkan dana untuk ekspansi," ujar Presiden Direktur Hero Supermarket John Callaghan, usai rapat umum pemegang saham (RUPS), di Jakarta, Jumat (19/6/2009).

Dia mengatakan, pada tahun ini perseroan berencana melakukan ekspansi dengan menambah gerai supermarketnya, baik itu Giant Hypermarket, Hero Supermarket, Guardian, dan Startmart Minimarket. Sayangnya dia tidak menyebutkan jumlah gerai dan dana yang dianggarkan untuk ekspansi tersebut.

Kebijakan tidak membagikan perseroan tersebut merupakan yang ke sepuluh kalinya. Padahal perseroan menunjukkan kinerjanya yang positif selama 2008. Hero terakhir kali membagikan dividen pada 1997. Saat itu Hero membagikan dividen Rp33 per lembar saham, jumlah tersebut senilai 33 persen dari laba bersih pada saat itu.

Sepanjang 2008, penjualan tercatat meningkat 13,9 persen menjadi Rp5,86 triliun dibanding 2007 sebesar Rp5,15 triliun. Laba usaha tercatat meningkat 127,58 persen menjadi Rp180,7 miliar dibandingkan 2007 sebesar Rp79,4 miliar. Sementara laba bersih tercatat naik 37,7 persen menjadi Rp96,7 miliar dibandingkan periode yang sama 2007 sebesar Rp70,23 miliar.

Dalam RUPS, para pemegang saham menyetujui tidak membagikan dividen tahun ini. Selain itu, pemegang saham juga telah menyetujui rencana ekspansi perseroan.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengatakan, pembagian dividen sudah diatur dalam anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) perseroan. Keputusan untuk pembagian dividen ditetapkan berdasarkan hasil RUPS.

Namun dia menegaskan, perseroan juga harus memperhatikan komitmen pada prospektus saat melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). "Kita akan mengimbau kepada emiten untuk menepati janji yang ditulis dalam prospektus. Investor kan tidak hanya ingin memperoleh gain dari pasar modal tapi juga dari dividen," ujar Erry.

Terkait dengan peraturan pencatatan mengenai kewajiban membagikan dividen, yang dibahas Badan Pengawasn Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Erry mengatakan saat ini masih dalam pembahasan.

Sementara itu, John mengatakan, akan mematuhi semua peraturan pasar modal yang ada di Indonesia. "Saat ini, peraturan tersebut belum dilaksanakan baru dalam bentuk draf. Jadi kita akan ikuti semua peraturan yang ada," tandasnya.

Hingga kuartal I-2009, laba bersih perseroan tercatat meningkat 22,5 persen menjadi Rp32 miliar dibanding periode yang sama 2008. Hal ini disebabkan penjualan perseroan tumbuh 13,1 persen menjadi Rp1,53 triliun dibanding periode yang sama 2008. (Whisnu Bagus /Koran SI/ade)
TWITTER »
twit