Getting time...

Bambang McD Tak Dapat Untung Walau Seperak

Candra Setya Santoso - Okezone
Senin, 22 Juni 2009 07:50 wib
Foto: Corbis
Foto: Corbis
JAKARTA - Pendiri dan pemegang saham minoritas McD Indonesia Bambang N Rachmadi mengumumkan, beberapa fakta penting yang berkaitan langsung dengan joint venture McDonald's di Indonesia.

Perusahaan patungan itu antara PT Rezeki Murni milik Bambang Rachmadi dan International Development Services (IDS) milik McD Corp melalui PT Bina Nusa Rama (BNR).

"Hingga akhir 2007, McD Corp diperkirakan telah menikmati benefit dari McD Indonesia hingga Rp1,2 triliun. Sedangkan Rachmadi, sebagai 'Bapak McD Indonesia' tidak menerima keuntungan satu sen pun," ungkap Kuasa hukum Bambang Rachmadi Tri Adhyaksa, dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, di Jakarta, Senin (22/6/2009).

Dia pun merinci keuntungan yang telah diterima oleh perusahaan asal Amerika tersebut. Perinciannya sebagai berikut:

1. Franchise Fee. Itu berupa biaya pembukaan per restoran yang harus dibayarkan kepada McD Corp sebesar USD45 ribu per outlet. Dengan estimasi telah dibuka 180 resto McD di Indonesia sampai akhir 2007, McD Corp telah menerima franchise fee sebesar 180 x USD45.000 menjadi USD8,1 juta. Jika diasumsikan USD1 sebesar Rp 10.000, maka setara dengan Rp81 miliar.

2. Royalty Fee. Itu dihitung sebesar lima persen dari total penjualan.  Diperkirakan total penjualan McD Indonesia dari tahun 1991-2007 tercatat sebesar Rp8 triliun, maka total royalty fee yang telah diterima oleh pihak McD Corp adalah Rp400 miliar.

3. Asset Purchase Agreement. Menurut dia, itu berupa penjualan aset oleh management BNR senilai USD20 juta x Rp10.000 sebesar Rp200 miliar. Itu dijual kepada Rekso Nasional Food, milik grup Teh Botol Sosro yang telah dilakukan meskipun tidak pernah disetujui oleh Rachmadi. Langkah itu bukan merupakan solusi untuk menyelesaikan seluruh utang.

Dia pun menyebutkan nilai utang McD Indonesia sebesar USD150 juta, sedangkan nilai aset dijual sebesar USD20 juta. Sehingga masih ada sisa utang USD130 juta.

"Bagaimana suatu perusahaan dapat melunasi utang-utangnya, apabila seluruh aset produktif yang dapat menunjang pendapatan telah dijual?" katanya.

4. Intercompany loan. Pinjaman yang diperoleh BNR, komposisinya diperkirakan 90 persen berasal dari McD Corp dengan patokan bunga LIBOR (London Interbank Offered Rate), sedangkan sisa 10 persen diperoleh dari bank komersial.

Sesuai dengan pernyataan neraca terakhir, selama 14 tahun beroperasi, BNR memiliki utang ke McD Corp. yang saat ini jumlahnya mencapai Rp1,5 triliun.  Dengan total bunga pinjaman yang telah dibayarkan oleh BNR dan oleh McD Corp telah diterima sebagai penghasilan adalah sebesar Rp540 miliar.

Jadi, menurut hitungan Rachmadi, total manfaat yang telah diterima oleh McD Corp dari McD Indonesia, adalah franchise fee sebesar Rp81 miliar, royalty fee sebesar Rp400 miliar, penjualan lewat A.P.A sebesar Rp200 miliar, dan bunga pinjaman sebesar Rp540 miliar. "Totalnya sebesar Rp1,22 triliun," imbuhnya. (css) (rhs)
TWITTER »
twit