o1 o2

Economy - ekonomi


Ekonomi Dunia Bisa Turun Lagi

Selasa, 23 Juni 2009 - 07:36 wib
text TEXT SIZE :  
Foto: Corbis

MELBOURNE - Penulis masalah ekonomi Harry S Dent meramalkan ekonomi dunia akan menghadapi krisis yang lebih besar dalam dua tahun yang akan datang.

Dent,yang pernah memprediksi resesi Jepang pada 1990-an, mengatakan tidak setuju dengan klaim bahwa kondisi terburuk ekonomi global telah berakhir. Dent meramalkan konsumen akan memotong lagi belanja. Akibatnya, harga saham dan pasar properti akan masuk dalam "lingkaran setan" penurunan.Ini akan menekan pemulihan yang saat ini terjadi. "Kita beradaditengah-tengahrelipenguatan pasar," kata Dent kemarin.

Dia memproyeksikan, pasar saham akan terus membukukan keuntungan dalam beberapa bulan ke depan. Namun, harga saham akan anjlok lagi di akhir tahun akibat guncangan sistem perbankan baru.Pemulihan baru akan terjadi pada 2011. Dent menjelaskan, tingkat belanja baby boomers (masyarakat yang lahir di abad 20) di dunia Barat akan lebih sedikit.Kondisi serupa pernah terjadi pada era 1990-an di Jepang. "Puncak belanja terjadi pada usia 46 tahun,jadi pada akhir dekade ini baby boomers berada pada puncak belanja, yaitu menjelang pensiun," papar dia.

"Anak mereka akan meninggalkan sarang dan ekonomi melemah seperti yang terjadi di Jepang tahun 1990- an,"imbuhnya. "Jepang telah melewati bubble perumahan dan posisi puncak di generasi yang suka belanja.Pasar saham mereka akan melemah selama beberapa tahun, perumahan melemah 60 persen,dan semua stimulus pemerintah tidak dapat memicu penguatan lagi. Itulah yang kita lihat,"tambah Dent. Menurut Dent, ekonomi Australia akan berjalan seperti negaranegara Asia, yaitu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

Ekonomi Australia akan sedikit menderita dibandingkan negara-negara Barat. "Jika saya harus berada di negara Barat yang tidak mengalami depresi, saya akan pergi ke Australia," ungkap dia. "Demografis Anda (Australia) sedikit melenceng, imigrasi Anda telah kuat, dan Anda berada di bawah bayangan China dan India," ungkapnya. (css) (Achmad Senoadi/Koran SI/rhs)

 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?
Share
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini di http://m.okezone.com
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4