Foto: Koran SI
JAKARTA - Perbankan syariah perlu agresif mengembangkan pasar untuk meningkatkan pertumbuhan bank syariah nasional yang saat ini memiliki aset sebesar Rp5,1 triliun.
"Perbankan syariah harus agresif mengembangkan pasar untuk meningkatkan pertumbuhan dan kinerja industri syariah nasional. Selain itu perlu kerja sama yang melibatkan Bank Indonesia (BI) dengan pelaku perbankan syariah di Indonesia," kata pengamat ekonomi dan perbankan Muslimin Anwar, di Jakarta, Rabu (24/6/2009).
Menurut Muslimin, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah, BI, dan pelaku perbankan syariah untuk meningkatkan pangsa pasar seperti melakukan kampanye. Kampanye syariah tidak lagi menekankan pada aspek pengenalan (awareness), tetapi meningkat kepada pemahaman masyarakat akan produk-produk perbankan syariah (knowledge).
Langkah tersebut untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat sehingga menggunakan produk-produk perbankan syariah. Selain itu, pencitraan perbankan syariah harus lebih menekankan pada aspek fungsionalitas dari produk-produk perbankan yang ditawarkan melalui pengembalian yang memadai dan kemudahan bagi nasabah ataupun debitor.
"Aspek emosional seperti kampanye produk halal atau bebas riba harus diimbangi dengan aspek kegunaan atau manfaat (fungsionalitas) dari produk-produk perbankan syariah," jelasnya.
Muslimin menuturkan langkah lain adalah pemerintah harus menemukan cara untuk mengundang investor strategis ke Indonesia dengan pembiayaan atau pendanaan yang menggunakan prinsip syariah.
Ekses likuditas yang diperoleh negara-negara petro dolar harus dapat diserap oleh perbankan syariah nasional dengan mengandalkan salah satunya faktor emosional persaudaraan. (Tomi Sujatmiko/Koran SI/ade)