Getting time...

Lindungi Industri Animasi, Mendag Belajar dari China

Andina Meryani - Okezone
Kamis, 25 Juni 2009 14:16 wib
Foto: Koran SI.
Foto: Koran SI.
JAKARTA - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mendukung penuh masukan dari para pelaku animasi nasional agar industri pertelevisian wajib menayangkan film-film animasi lokal.

"Saya sangat setuju agar film animasi Indonesia bisa ditayangkan di televisi nasional," ujarnya dalam seminar Nation Branding : Peluang Industri Kreatif Indonesia Go Internasional, di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2009)

Sebagai bagian dari ekonomi kreatif, masih ada kesulitan bagi film animasi lokal untuk bersaing dengan film animasi asing yang ditayangkan di televisi nasional. Saat ini film animasi asing menguasai sekira 90 persen dari keseluruhan film animasi yang ditayangkan televisi nasional. Sisanya baru jatah industri lokal.

Hal tersebut terjadi karena pihak televisi nasional masih cenderung resistant dan meragukan kualitas film animasi lokal. Padahal, diakuinya bahwa secara kualitas film animasi lokal tidaklah kalah dengan film animasi asing dan justru mendapat pengakuan dari luar negeri.

"Saya akui waktu pilot project film animasi dengan karakter asli Indonesia itu sulit sekali karena adanya persepsi kalau audience tidak menghargai karya sendiri. Nah, persepsi itulah yang harus diubah," jelasnya

Belajar dari China

Adapun bentuk dorongan agar industri film animasi lokal bisa masuk televisi nasional bisa berbentuk reward dan punishment. Sebagaimana yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia yang memberikan kompensasi kepada televisi nasional untuk menayangkan film animasi lokalnya. Sedangkan di China, pemerintahnya mewajibkan untuk menayangkan 35 persen film animasi lokalnya.

"Nantinya akan saya sampaikan ke Menkominfo sebagai salah satu rekomendasi untuk memajukan industri film animasi," tukasnya. (rhs)
TWITTER »
twit