Ilustrasi PHK. Foto: Corbis
HONG KONG - Imbas pelambatan ekonomi akibat krisis global yang masih melanda dunia, membuat Hong Kong diprediksi tetap bisa terkena dampaknya. Meskipun adanya pemulihan stabilitas ekonomi sudah dikabarkan sejak jauh-jauh hari.
"Tidak diragukan lagi kami bisa terkena imbas krisis ekonomi global akibat dari adanya tsunami keuangan. Walaupun statistik menunjukkan bahwa perekonomian akan menjadi stabil, masih banyak faktor lainnya yang membuat ketidakseimbangan pasar global," ujar Chief Executive Hong Kong Donald Tsang, seperti dikutip dari AFP, Senin (29/6/2009).
Tsang menambahkan, merupakan suatu tantangan besar yang harus dihadapi sekarang untul negara ini, di mana krisis tersebut menghantam industri keuangan dan ekspor yang sudah sangat terkena.
Dia menambahkan, Asian Financial Crisis pada 1997 menyatakan bahwa Hong Kong tidak akan terpuruk oleh sistem keuangan mereka. Bahkan, Tsang mengklaim apabila krisis terakhir ini dimungkinkan bisa membuat fundamental keuangan negara tersebut menjadi lebih kuat.
Pemerintah pun membatasi enam sektor di negara tersebut untuk terus fokus pada adanya edukasi dan lingkungan industri secara keseluruhan. Di sisi lain, Tsang menolak adanya tuduhan bahwa dirinya menolak prinsip ekonomi pasar bebas di Hong Kong.
"Hong Kong sangat terbuka untuk membuka pasar. Ini sangat diharuskan dan akan dilanjutkan," tegasnya.
Sebagai informasi, Hong Kong akhirnya masuk ke dalam resesi ekonomi pada kuartal III-2008. Pada Mei ini, pemerintah memperkirakan adanya pertumbuhan yang melambat hingga akhir tahun. Di mana perekonomian akan berkontraksi 5,5-5,6 persen di 2009 dari perkiraan sebelumnya sebesar 2-3 persen. (ade)