Getting time...

Asuransi Jiwa Terpuruk karena Serakah

Senin, 29 Juni 2009 16:47 wib
Image: Corbis.
Image: Corbis.
JAKARTA - Kinerja asuransi jiwa yang mengandalkan produk unit link terpuruk oleh strategi investasi mereka yang terlalu memfokuskan diri kepada investasi berbasis saham. Akibatnya, krisis glonal di ujung 2008 membuat laba perusahaan asuransi jiwa merosot 29,13 persen, akibat investasi yang merosot 1,3 persen.

"Kinerja investasi dan laba asuransi jiwa pada 2008 harus menjadi pelajaran bahwa keserakahan dalam memburu investai telah menghancurkan asuransi jiwa," kata Direktur Biro Riset InfoBank Eko B Supiyanto, dalam konfrensi pers mengenai rating 126 asuransi versi InfoBank, di Hotel Sahid Sudirman, Jakarta. (29/6/2009).

Kinerja asuransi jiwa tahun ini terpuruk oleh keinginan pemilik modal yang tergiur oleh investasi di saham. Alhasil, ketika pasar saham jatuh maka mereka turut limbung. Eko mengatakan jumlah rating asuransi jiwa yang memperoleh prediket sangat bagus saat ini hanya berjumlah delapan perusahaan. "Padahal pada tahun jumlahnya 18," kata dia.

Eko menuturkan, pemulihan kinerja industri asuransi jiwa kemudian akan tergantung kepada tren pasar modal. Dia memprediksi pertumbuhan asuransi jiwa hanya akan berkisar 15 persen tahun ini. "Mungkin hanya 15 persen saja, terkait kondisi global," tukasnya. Dia menambahkan, paradigma asuransi jiwa sudah mulai bergeser dari proteksi ke investasi, ini membuat agen-agen asuransi mereka tidak ubahnya seperti penasehat keuangan. "Unit Link perlu diawasi oleh regulator," kata dia.

Dalam riset InfoBank, selain delapan yang masih berprediket sangat bagus sebanyak 23 tergolong bagus, tujuh cukup bagus, lima tidak bagus dan dua absen. Penilaian ini berdasarkan kombinasi sejumlah kriteria dalam industru asuransi, seperti risk based capital (RBC), likuditas, dan cadangan premi. (Muhammad Ma'ruf/Koran SI/rhs)
TWITTER »
twit