Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) menyetujui untuk memberikan dukungan atas restrukturisasi utang anak perusahaannya PT Citra Margatama Surabaya (CMS) dengan memberikan pinjaman kepada anak perusahaan tersebut.
"Untuk pembayaran sebagian utang di muka kepada krediturnya, Bank BCA dan Bank Mega, penjadwalan dan rekondisi pinjaman menjadi senior debt dengan jangka waktu 12 tahun pada tingkat bunga yang meningkat secara bertahap, dan konversi sebagian pinjaman dengan penerbitan obligasi konversi dengan jangka waktu lima tahun," ujar Dirut CMNP Shadik Wahono, usai RUPST/LB, di Kantor CMNP, Jalan Yos Sudarso Sunter, Jakarta, Senin (29/6/2009).
CMS merupakan pengelola jalan tol Waru-Juanda di Surabaya. Restrukturisasi tersebut perlu dilakukan karena rendahnya realisasi traffic Waru-Juanda tersebut yang mengakibatkan CMS tidak mempu memenuhi kewajiban utang terhadap krediturnya.
Sementara itu, Direktur Operasional Daniel G Reso mengungkapkan angka kredit dari CMS adalah sebesar Rp951 miliar, di mana untuk restrukturisasinya Rp100 miliar akan diberikan CMNP sebagai pinjaman yang harus dikembalikan.
Selanjutnya, sebesar Rp500 miliar merupakan senior debt yang diberi waktu sebanyak 12 tahun untuk menyelesaikannya. "Dengan cicilan yang rendah di tahun-tahun pertama. Itu merupakan agreement yang kita dapatkan dari bank karena posisi CMS tidak bisa melunasinya," imbuhnya.
Lalu sisanya, sebesar Rp351 miliar yang akan dijadikan obligasi (converteble bond) dengan jangka waktu lima tahun. Selain itu, dalam RUPSLB yang digelar pada hari ini, juga diputuskan terjadinya perubahan susunan anggota dewan komisaris. Yakni dari awalnya sebanyak tujuh orang menjadi lima orang.
Di sisi lain, posisi komisaris yang baru diduduki oleh Komut Reza Herman Surjaningrat, Komisaris, Ievan Daniar Sumampow, Komisaris (baru masuk) Indriawan Sumampow, Komisaris independen Heru Darjudi Eko Putro dan Komisaris Independen Danty Indriatuty Purnamasari.
Sedangkan komisaris yang keluar adalah Atmosardjono Subowo (ex Komut/komisaris independen), Hartono Tanoesudibjo (ex Komisaris), dan Anton Aditya Subowo (ex Komisaris independen).
Selain itu, perseroan juga tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2008 lalu. Pasalnya keuntungan perseroan mengalami penurunan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya. (ade)