JAKARTA - Momen pilpres diprediksi masih menopang kuatnya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham Jumat (3/7/2009) pagi ini. Kendati penguatan tersebut masih tipis dan fluktuatif, indeks dinilai tengah dalam tren penguatan.
"Indeks perlahan naik, dan secara tren memang sedang naik. Tapi pergerakan jangka pendeknya masih fluktuatif," kata Direktur Finance Corpindonusa Edwin Sinaga, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (3/7/2009).
Menurutnya, indeks akan berada di kisaran support resistance 2.042-2.078. Edwin menuturkan tren penguatan indeks ini adalah merupakan sentimen yang berasal dari penyelenggaraan pilpres yang sejauh ini relatif kondusif.
Selain itu, sentimen positif juga muncul dari momentum inflasi, walaupun hanya memiliki porsi kecil. Di satu sisi, IHSG kemungkinan masih akan bergerak mixed menanti pengumuman tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan hari ini.
Kendati demikian, dari eksternal, yakni harga komoditas nampaknya masih menunjukkan kinerja yang kurang positif. "Untuk saham, kelihatannya tidak bisa diprediksi karena masih fluktuatif sekali," tandasnya.
Indeks saham pada perdagangan Rabu 2 Juli kemarin ditutup bullish 5,869 poin atau naik 0,28 persen ke level 2.065,753. Ada beberapa faktor yang membuat pertahanan bullish, antara lain saham sektor konsumer yang hanya berhasil menguat tipis.
Nilai perdagangan ditutup sebanyak 6,761 miliar lembar saham senilai Rp3,303 triliun. Sedangkan total frekuensi mencapai 86.494 kali transaksi. Terdapat 83 saham yang menguat, 130 saham melemah, dan 57 saham terpantau stagnan.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.