Foto: AFP.
FRANKFURT - Perusahaan kimia raksasa asal Jerman, BASF mengumumkan akan mengurangi 3.700 pekerjanya hingga 2013. Langkah ini dilakukan terkait rencana restrukturisasi dari grup Ciba di Swiss.
"Sebagian besar akan dihapuskan pada akhir 2010," ungkap sebuah pernyataan dari pihak BASF, seperti dikutip dari AFP, Selasa (7/7/2009).
Adapun pemotongan pemangkasan pekerja direncanakan sebanyak 500 untuk BASF dan 3.200 di CIBA, angka ini lebih dari seperempat tenaga kerja kedua belah pihak. CIBA sendiri mempekerjakan 12.500 orang di seluruh dunia, sementara BASF mempekerjakan sekira 97 ribu orang pada akhir 2008.
Sektor bahan kimia merupakan salah satu sektor yang terkena pukulan keras karena krisis ekonomi global. Namun hal ini bukan yang mengagetkan lagi, karena perusahaan sudah menerima peringatan yang menyakitkan sejak April lalu.
"Di bidang tertentu, CIBA dapat diatur lebih baik," ujar juru bicara perusahaan.
Sebagai informasi, BASF memiliki CIBA sebesar 3,8 miliar euro atau setara dengan USD5,3 miliar pada April berharap bisa menyimpan 300 juta euro pada akhir 2010 dan diperkirakan memiliki bisa mengakuisisi CIBA sekira 400 juta euro yang dimulai pada 2012.
Sementara untuk penempatan biaya CIBA untuk berintegrasi ke dalam pengoperasiannya sebesar 550 juta euro, di mana 150 juta euro akan dipinjam pada tahun ini.
Pada April, BASF menyatakan, akan membuang sedikitnya 2.000 pos yang tak berguna pada akhir tahun.
"Merger bisnis antara BASF dan CIBA bisa berhasil dalam jangka panjang, jika kita optimistis bisa memanfaatkan segala potensi sinergi," ujar Chairman CIBA Juergen Hambrecht.
Hambrecht pun berjanji untuk melakukan pemangkasan pekerja dengan cara yang adil dan transparan. Berdasarkan laporan juru bicara BASF, ada sekira 4.800 pekerja BASF yang telah dipangkas, termasuk hampir 4.000 pekerja di Jerman. (rhs)